Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bicara soal pentingnya pelestarian lingkungan dalam orasi di Youth Green Policing Eco Academy (YPGEA) 2026. Ia mengajak generasi digital native ini untuk menggunakan kekuatan media sosial dalam menyuarakan pelestarian alam, khususnya di Bumi Lancang Kuning.
Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa para pelajar yang lahir di medio 2007-2008 ini memiliki 'senjata' yang tidak dimiliki generasi sebelumnya, yaitu teknologi dalam genggaman.
"Satu postingan kalian di media sosial bisa menjangkau jutaan orang. Satu video TikTok yang kalian buat tentang kondisi hutan Riau bisa memicu kesadaran ekologis secara global," kata Irjen Herry Heryawan, di GOR Tri Buana, Pekanbaru, Kamis (15/1/2026).
Di hadapan ribuan pelajar, jenderal bintang dua ini membawa pesan 'titipan' dari satwa liar Riau yang kehilangan habitat akibat deforestasi.
Dalam orasinya, Irjen Herry menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai pejabat kepolisian, melainkan sebagai penyambung lidah bagi makhluk hidup yang tidak bisa bersuara.
"Saya hadir di sini bukan saja mewakili diri saya, tapi mewakili Domang, Tari, dan seluruh gajah yang ada di pusat latihan gajah di Riau. Domang dan Tari tidak bisa membuat petisi, tidak bisa protes terhadap hutan yang ditebang secara serampangan," ujar Irjen Herry emosional.
Kapolda memaparkan data yang mengkhawatirkan mengenai kondisi ekosistem Bumi Lancang Kuning. Ia menyebutkan bahwa dari hamparan hutan Riau yang mencapai 5,6 juta hektare, degradasi terus terjadi secara masif.
"Kita harus jujur, hampir 75 persen atau sekitar 1,4 juta hektare hutan kita hilang karena deforestasi dan kebakaran hutan. Ini bukan sekadar angka, tapi ancaman nyata yang kita rasakan melalui banjir dan kabut asap," tegas lulusan Akpol 1996 tersebut.
Ia pun mengajak para siswa mengingat kembali memori kelam tahun 2015-2016, saat kabut asap melumpuhkan aktivitas dan menutup akses transportasi udara di Riau. Menurutnya, bencana tersebut adalah pengingat bagi generasi muda agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu.i
Lebih lanjut, ia memuji karakter anak muda saat ini yang dianggap lebih action-oriented atau cepat bertindak dibandingkan hanya berteori. Kapolda meyakini bahwa kekuatan menyebarkan informasi yang dimiliki pelajar bisa menjadi kunci perubahan besar bagi lingkungan.
Menutup orasinya, Kapolda Riau menekankan bahwa mencintai alam dimulai dari kejujuran untuk mengakui kerusakan yang sedang terjadi dan keberanian untuk bertindak sekarang juga.
"Kalian adalah kunci perubahan. Jangan hanya bicara, tapi bertindaklah. Masa depan Riau ditentukan oleh sejauh mana kalian peduli pada hutan yang menjadi titipan anak cucu kita kelak," pungkasnya.
Kegiatan YGPEA 2026 ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional seperti Rocky Gerung, Robet, dan Sherly Annavita, yang bersama-sama berkomitmen membangun kesadaran lingkungan bagi 1.000 pelajar perwakilan se-Provinsi Riau.
(mea/mea)




