Jakarta, VIVA – Industri perfilman Indonesia terus menunjukkan daya saing yang kuat di kancah global. Para sineas Tanah Air dikenal berani menembus batas, baik dari segi gaya penceritaan, eksplorasi emosi, hingga keberanian mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Seiring tumbuhnya minat penonton terhadap konten lokal, Netflix pada 2026 menghadirkan deretan film Indonesia terbaru dengan ragam genre yang semakin luas, mulai dari drama hangat, romansa, thriller, hingga aksi penuh adrenalin. Scroll lebih lanjut yuk!
Berikut enam film Indonesia terbaru di Netflix yang dijadwalkan tayang pada 2026 dan siap mengguncang emosi penonton:
Film drama ini menyuguhkan kisah menyentuh tentang pertemuan tak terduga antara seorang remaja bermasalah dengan pengurus panti asuhan. Cerita berkembang menjadi refleksi tentang harapan, penerimaan, dan makna komunitas.
Dengan pendekatan emosional yang jujur, film yang disutradarai oleh Sim F ini menawarkan drama hangat yang dekat dengan realitas sosial masyarakat Indonesia.
Luka, Makan, CintaMenggabungkan romansa dan dunia kuliner, film ini berfokus pada perjalanan seorang koki muda ambisius yang harus menghadapi konflik keluarga dan profesional.
Latar Bali yang eksotis memperkaya visual cerita, sementara dinamika hubungan antar karakter menghadirkan ketegangan emosional yang kuat dan relevan. Sutradara Teddy Soeria Atmadja mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya bekerja sama dengan Netflix dan proyek ini memberikan banyak pengalaman baru.
Night Shift for Cuties- VIVA/Rizkya Fajarani Bahar
Mengusung nuansa ringan dan fantasi, film yang disutradarai oleh Monica Tedja ini menyoroti persahabatan dua pekerja minimarket yang diuji oleh ambisi dan kecintaan mereka pada dunia K-pop.
Dengan sudut pandang segar dan humor khas generasi muda, kisah ini menjadi hiburan unik yang mencerminkan budaya pop modern.
Aku Sebelum AkuFilm coming of age ini mengangkat perjalanan seorang remaja berprestasi yang dipaksa menelusuri sejarah keluarganya. Proses tersebut membuka konflik lama dengan sang ayah, sekaligus menjadi ruang refleksi tentang identitas, hubungan keluarga, dan kedewasaan.
Cerita dalam film yang disutradarai oleh Gina S Noer ini dikemas ringan, namun sarat makna emosional.


