Ngeri! Tanah di Aceh Tengah Terus Ambles Sejak 20 Tahun, Jalan Utama Terancam Putus

genpi.co
2 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Fenomena tanah ambles di Kampung Bah Kecamatan Ketok Kabupaten Aceh Tengah mengancam jalan lintas kabupaten dan keselamatan warga setempat.

Kepala BPBD Aceh Tengah Andalika mengatakan fenomena pergerakan longsoran tanah ini terus membesar sejak diketahui pertama kali sekitar 2000-an.

"Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Dimana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak 2004," kata dia, Kamis (15/1).

Andalika menjelaskan belum ditemukan literasi pasti yang dapat menjelaskan awal mula terjadinya longsoran tanah ini.

Dia membeberkan setelah terjadi pergerakan awal 2000-an sampai 2004, lalu sekitar 2006 longsoran ini pernah memutus akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik (penghubung Kabupaten Aceh Tengah - Bener Meriah).

Dia menyebut sempat terjadi relokasi tempat tinggal masyarakat di Kampung Bah Serempah ke Kampung Serempah Baru pada 2013-2014.

"Rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan sebanyak tiga tahapan di periode tahun tersebut," papar dia.

Dia mengungkapkan pernah dilakukan kajian tentang longsoran tanah tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas ESDM Aceh, pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahunnya.

Data terbaru Dinas ESDM Aceh pada 2025, luasan longsoran tanah mencapai lebih dari 27.000 meter luas dan semakin mendekati jalan lintas setempat.

Sebelumnya, pada 2022 tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh melakukan kolaborasi kajian longsoran tanah tersebut.

Hasil kajiannya, longsoran tanah di Kampung Bah ini berada pada lapisan tanah permukaan dengan zona jenuh air.

Tanah ini didominasi oleh material vulkanik yang mudah mengantarkan air.

"Pergerakan tanah di lokasi tersebut sangat aktif dan berkelanjutan. Wilayah longsoran tanah di Kampung Bah tersebut dikategorikan sebagai zona tinggi rawan pergerakan tanah,” beber dia.

Di sisi lain, lereng dan kemiringan tanah curam membuatnya sangat mudah tererosi.

Begitu pula dengan visualisasi longsoran tanah yang memperlihatkan bidang gelincirnya sangat curam mendekati sudut 90 derajat.

Tanah ambles ini juga mengancam keselamatan warga karena dekat dengan jalan yang menjadi jalan utama Blang-Mancung Simpang Balik.

Andika menambahkan kondisi saat ini diperparah dengan seiring meningkatnya aktivitas gempa tektonik dan vulkanis Gunung Burni Telong Kabupaten Bener Meriah berjarak 20-35 KM dari lokasi.(ant)

Simak video berikut ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Susul Tentara NATO, Belanda Kirim Perwira AL Berjaga di Greenland
• 3 jam laludetik.com
thumb
Ditolak Antoine Semenyo, Manchester United di Era Michael Carrick Pilih Ngerem di Bursa Transfer Januari
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Meneropong Kesepakatan Akses Mineral Kritis RI-AS
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemkot Pangkalpinang luncurkan layanan berobat gratis dengan KTP
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kata Produser, Biaya Produksi Danur: The Last Chapter Bisa Bikin 3 Film Horor
• 2 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.