Nama Nikita Willy belakangan menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan isi buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Buku tersebut kembali ramai diperbincangkan lantaran memuat kisah nyata tentang pengalaman kurang menyenangkan Aurelie saat bekerja di industri hiburan, termasuk sosok artis yang digambarkan bersikap arogan di lokasi syuting.
Perbincangan warganet semakin menguat ketika jejak digital Aurelie yang pernah menceritakan pengalaman pahitnya di sebuah podcast kembali viral.
Aurelie mengungkap bahwa dirinya sempat diminta melakukan perubahan besar demi sebuah peran.
"Aku pernah ditawarin masuk ke judul dia lagi gitu. Terus produsernya bilang, 'tapi kamu harus potong pendek'," cerita Aurelie.
Permintaan tersebut berkaitan dengan karakter yang akan ia perankan.
"Harus dipotong pendek, 'Soalnya kamu jadi tomboi yang kayak naik motor gitu'. Aku sedih, tapi ya udah," sambungnya.
Aurelie pun mengaku menuruti permintaan tersebut dan memangkas rambut panjangnya menjadi sangat pendek.
Namun, setelah perubahan itu dilakukan, ia justru mengalami penolakan.
"Habis potong, si peran utamanya itu yang kayak, 'Eh, jangan pakai Aurelie deh' gitu," tutur Aurelie.
Cerita tersebut kemudian dihubungkan publik dengan pernyataan Nikita Willy dalam sebuah podcast bersama Jordi Onsu.
Dalam perbincangan itu, Nikita secara terbuka membahas sikapnya terkait profesionalisme di lokasi syuting.
Nikita menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta pergantian kru produksi.
"Kalau buat ganti-ganti kru, gue sebenarnya nggak pernah," tegas Nikita Willy.
Nikita kemudian berusaha menjelaskan alasannya bersikap demikian.
"Karena gue orangnya sangat-sangat pro kru banget. Jadi gue menganggap kalau kru di lokasi (syuting) itu keluarga gue," imbuhnya.
Meski begitu, Nikita mengakui bahwa ia memiliki batas toleransi terhadap sikap rekan kerja.
Jika menemukan lawan main yang bersikap tidak profesional, ia memilih melaporkannya kepada produser.
"Jadi misalkan ada satu pemain yang attitude-nya tidak baik towards them, gue bisa bilang kayak, 'I don't like this person'," beber Nikita Willy.
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi Jordi Onsu dengan nada bercanda.
"Terus dua episode kemudian, perannya meninggal," sahut Jordi Onsu yang disambut tawa Nikita.
"Atau disiram air keras mukanya," sambungnya.
Ledekan tersebut tidak dibantah oleh Nikita Willy, yang justru menanggapinya dengan tawa, sehingga memicu berbagai interpretasi di kalangan warganet.
Hingga saat ini, Aurelie Moeremans tidak pernah menyebut nama Nikita Willy secara langsung dalam ceritanya.
Kaitan antara keduanya sepenuhnya muncul dari spekulasi publik yang menghubungkan potongan cerita lama dengan pernyataan Nikita dalam podcast tersebut.
Di tengah ramainya perbincangan, klarifikasi dan konteks dari masing-masing pihak menjadi penting agar isu ini tidak berkembang menjadi tudingan sepihak tanpa dasar yang jelas.




