Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memutuskan menambah anggaran riset perguruan tinggi nasional menjadi Rp12 triliun. Keputusan tersebut diambil usai Presiden menggelar Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama para rektor serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Juli 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan sebelumnya anggaran riset perguruan tinggi hanya berada di angka Rp8 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Oleh karena itu, dalam forum tadi Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV
Baca Juga: Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Kemdiktisaintek Rp4 Triliun
Dengan tambahan tersebut, total anggaran riset perguruan tinggi pada 2026 menjadi Rp12 triliun. Pemerintah berharap peningkatan anggaran ini dapat mencapai swasembada pangan hingga energi.
"Riset-riset tersebut diutamakan untuk yang pertama mengejar swasembada pangan, kemudian mengejar swasembada energi, yang ketiga mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini," jelas Prasetyo.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo menyampaikan aspirasi para rektor dan guru besar yang hadir, salah satunya agar forum dialog ini dapat dilaksanakan secara rutin ke depan.
“Terakhir, ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Prasetyo.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474583/original/033455600_1768490062-Mendagri.jpeg)
