Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik: Fondasi Penting Transisi Energi dan Industri EV Indonesia

tvonenews.com
23 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik menjadi fondasi utama dalam transformasi industri otomotif global. 

Baterai tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi kendaraan listrik, tetapi juga menentukan daya saing suatu negara dalam rantai pasok kendaraan ramah lingkungan. 

Laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa lebih dari setengah nilai tambah kendaraan listrik berasal dari sektor baterai, termasuk teknologi sel, modul, dan sistem penyimpanan energi.

Di negara-negara maju, penguatan ekosistem baterai dilakukan melalui integrasi industri hulu hingga hilir. China dan Korea Selatan membangun ekosistem yang mencakup pertambangan mineral kritis, pemrosesan material, manufaktur sel baterai, hingga riset teknologi daur ulang. 

Pendekatan ini memungkinkan efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan percepatan inovasi. Amerika Serikat dan Uni Eropa juga mulai mengadopsi strategi serupa untuk mengurangi ketergantungan impor baterai.

Bagi Indonesia, pengembangan ekosistem baterai memiliki manfaat ganda. Selain mendukung agenda transisi energi dan pengurangan emisi, industri ini membuka peluang peningkatan nilai tambah sumber daya mineral domestik, penciptaan lapangan kerja berteknologi menengah dan tinggi, serta penguatan kapasitas industri nasional dalam jangka panjang.

Konsep Ekosistem Baterai Terintegrasi dan Manfaatnya

Ekosistem baterai terintegrasi merujuk pada keterhubungan proses produksi mulai dari bahan baku, manufaktur sel, perakitan modul dan paket baterai, hingga aplikasi akhir pada kendaraan listrik dan sistem energi. 

Model ini memungkinkan efisiensi biaya produksi, peningkatan kualitas produk, serta pengendalian teknologi secara lebih menyeluruh.

Pengalaman negara maju menunjukkan bahwa integrasi industri baterai mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik. China, melalui konsolidasi industri baterai dan otomotif, berhasil menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kapasitas ekspor. 

Korea Selatan memanfaatkan ekosistem baterai untuk mendorong pengembangan material maju dan teknologi penyimpanan energi berkelanjutan.

Indonesia mulai mengarah ke model serupa melalui pembangunan fasilitas manufaktur baterai berskala besar. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional Asia Tenggara.

Fasilitas Baterai Karawang dan Tahapan Produksi

Melansir dari berbagai sumber, salah satu proyek utama dalam pengembangan ekosistem ini adalah pembangunan fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Persib Bandung Paling Minim Kebobolan di Super League
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Dilantik Jadi Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Perempuan dan Keluarga
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Wacana Pilkada Dipilih DPRD Kembali Dapat Penolakan dari Partai Poltik
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
HP Badak Redmi Note 15 Series Siap Masuk RI: Baterai Awet, Tahan Air & Benturan
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.