jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan ada enam calon petugas haji yang dipulangkan dari pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede karena tidak jujur soal kondisi kesehatannya.
"Laporan yang saya terima sudah ada yang berguguran. Ada setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Wamenhaj dalam apel malam di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Jakarta, Kamis malam.
BACA JUGA: Pemerintah Membuka Seleksi Petugas Haji 2026, Begini Persyaratannya
Wamenhaj menyatakan yang menjadi sorotan utama ialah faktor ketidakjujuran peserta sejak awal seleksi. Beberapa peserta diketahui menyembunyikan riwayat penyakit serius yang berisiko menular atau memberatkan tim, seperti Tuberkulosis (TBC) dan gangguan ginjal.
"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwasanya dia ada sakit. Misalnya TBC atau ginjal yang justru bisa mencelakai teman-teman sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan untuk memulangkan dan menggugurkan haknya," kata Dahnil.
BACA JUGA: Hati-Hati, Penipuan Berkedok Lowongan Petugas Haji di Media Sosial
Keputusan tersebut menegaskan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar kesempatan beribadah gratis, melainkan tugas berat yang menuntut kondisi fisik prima atau memenuhi syarat kesehatan (istitha'ah).
Petugas haji harus siap bekerja di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik saat melayani jemaah lansia. Jika petugas sendiri sakit, maka pelayanan kepada jemaah dipastikan akan terganggu.
BACA JUGA: Banyak Petugas Haji Aji Mumpung, Seharusnya Fokus Melayani Jemaah Malah Berhaji
Dahnil pun mengingatkan peserta yang tersisa untuk menjaga kesehatan hingga akhir pelatihan pada tanggal 30 Januari nanti.
Dia menekankan filosofi "satu keluarga" yang saling menjaga, yang berarti tidak boleh ada satu pun petugas yang menjadi sumber bahaya bagi petugas lainnya.
"Kita ingin semuanya tetap sehat dan bugar untuk memastikan nanti pada bulan April dan Mei kita bisa bertugas dengan baik," ujar Wamenhaj. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemkot Tangsel Mampu Benahi Masalah Sampah, Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


