CEO Danantara, Rosan Roeslani, membeberkan 6 proyek hilirisasi Danantara yang ditarget akan mulai groundbreaking bulan ini. Proyek hilirisasi tersebut nantinya terbagi di beberapa sektor seperti sektor mineral sampai sektor peternakan.
Rosan juga menjelaskan 6 proyek hilirisasi tersebut bukan terfokus pada satu wilayah melainkan beberapa wilayah yang berbeda.
“Nah 6 itu hilirisasi di bidang bauksit, lalu alumina, aluminium, makanya tadi saya sempat menyinggung di Kalimantan Barat, karena selain klien kami itu ada 3 lagi di daerah situ. Itu investasinya kurang lebih USD 2,8 billion. Kemudian investasi di Cilacap, di Banyuwangi, di bioavtur, dan juga ada juga di hilirisasi peternakan, itu juga ada,” kata Rosan ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Pusat pada Kamis (15/1).
Terkait peternakan, Rosan menyebut sejatinya ia menarget akan ada proyek di 13 daerah. Saat ini, proyek yang proses feasibility study (FS) nya sudah selesai ada di 5 daerah.
“Jadi detailnya akan kita berikan lebih lanjut ya,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebutkan sebanyak 6-11 proyek hilirisasi yang dikaji Danantara akan dimulai dalam waktu dekat. Total investasinya USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.
Prabowo mengatakan, meskipun proyek hilirisasi membutuhkan uang, dia optimistis Indonesia dapat mencapai tujuan hilirisasi dengan pengelolaan yang baik.
"Kita juga dalam waktu beberapa minggu ini, kita akan mulai, kita harapkan minimal 6 proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar," ungkapnya saat Peresmian RDMP Balikpapan.
Adapun saat ini, Danantara tengah melakukan uji kelayakan (feasibility study/FS) 18 proyek hilirisasi.
Selain itu, ia juga optimistis bahwa Indonesia akan menerima investasi besar-besaran dari luar negeri terkait proyek hilirisasi. Sebab, dia menyebutkan proses industrialisasi yang dibutuhkan Indonesia butuh 10 hingga 20 tahun atau lebih cepat.





