AHY Tegaskan Tiga Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

eranasional.com
14 jam lalu
Cover Berita

 

 

Jakarta, ERANASIONAL.COM— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayaha, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan pihaknya memiliki tiga fokus utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, yaitu penataan ruang dan lahan, pembangunan infrastruktur, serta penanganan perumahan dan permukiman.

“Kami setuju dan tentunya ingin mendukung penuh Satgas ini. Kita harus membangun lebih baik, lebih kuat, lebih tangguh, dan juga lebih adaptif serta resilien. Ini penting karena ke depan kita harus mampu mengintegrasikan seluruh potensi dan rencana pembangunan agar lebih siap menghadapi risiko bencana,” ujar Menko AHY dalam Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatra bersama kementerian/lembaga terkait, Kamis (15/01/2026), di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Pada fokus pertama, penataan ruang dan lahan, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan pascabencana harus didasarkan pada tata ruang yang sesuai peruntukan serta berbasis mitigasi dan adaptasi bencana.

“Pemerintah mendorong evaluasi tata ruang wilayah, rehabilitasi hulu daerah aliran sungai, serta relokasi permukiman yang berada di kawasan rawan, dengan memastikan status lahan clean and clear sebelum pembangunan dilakukan,” ujar dia.

Fokus Kedua adalah Pembangunan 

Fokus kedua adalah pembangunan dan pemulihan infrastruktur dasar. Menko AHY menyampaikan bahwa pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, infrastruktur menjadi pekerjaan utama pemerintah.

“Jalan dan jembatan diprioritaskan untuk membuka kembali konektivitas wilayah, disertai penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi, termasuk di wilayah pengungsian,” tambah Menko AHY.

Dia mengatakan normalisasi sungai, perbaikan irigasi, serta pemulihan fasilitas umum seperti sekolah, pusat layanan kesehatan, dan rumah ibadah juga menjadi perhatian.

“Di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ini, fokus pekerjaan utama kita adalah infrastruktur, terutama infrastruktur dasar, karena sangat menentukan pemulihan kehidupan masyarakat,” tegas Menko AHY.

Fokus Ketiga

Lebih lanjut, fokus ketiga adalah penanganan perumahan dan permukiman.

Menko AHY menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan dan pembaruan data rumah terdampak sebagai dasar perencanaan penanganan.

“Saat ini jumlah rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, maupun hilang, terus kami perbarui. Sampai dengan 14 Januari 2026 tercatat sebanyak 238.783 unit rumah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ungkap Menko AHY.

Berdasarkan estimasi sementara, kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan rumah mencapai sekitar Rp 8,2 triliun, sementara kebutuhan anggaran untuk infrastruktur dasar diperkirakan sebesar Rp 51,8 triliun.

Menko AHY menegaskan bahwa besarnya pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta pengawalan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala agar pelaksanaannya berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Ini pekerjaan besar yang harus kita kawal bersama melalui koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah, agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Menko AHY.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNN Bongkar Pabrik Narkoba Etomidate Beromzet Rp18 Miliar, 2 WNA Ditangkap
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Bencana Sumatera Rusak Rumah dan Infrastruktur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 Triliun 
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Duit Rp2.684 T Habis di iPhone dan HP Android, Paling Banyak Buat Ini
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Masjid Al-Ikhlas Resmi Dibuka di Kawasan PIK, Siap Digunakan Jamaah
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ratu Sofya Nangis-nangis Bahas Beban Tulang Punggung Keluarga, Adik: Prett
• 2 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.