Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran. Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.
Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa Netanyahu meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut.
Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman juga telah memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan "dampak buruk yang serius di kawasan itu."
Pejabat AS lainnya mengatakan kepada Wall Street Journal, bahwa Trump disarankan untuk tidak melakukan serangan skala besar karena kemungkinan besar tidak akan menjatuhkan rezim Iran dan dapat menyebabkan konflik yang lebih luas.
Selain itu, AS membutuhkan lebih banyak aset militer di kawasan tersebut untuk dapat menangkis potensi serangan balasan dari Iran, termasuk terhadap pasukan AS di Timur Tengah dan Israel sendiri.
Militer AS, yang saat ini tidak memiliki kapal induk di kawasan tersebut, sedang mengerahkan satu kapal induk dari Laut China Selatan.
(ita/ita)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474753/original/098025100_1768534273-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_10.18.36.jpeg)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F01%2Fd85cb8d6abc5773fac501450c0c04ccb-cropped_image.jpg)