Gus Ipul: Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam proses seleksi siswa Sekolah Rakyat agar program tersebut tepat sasaran. Ia secara khusus meminta Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi memastikan tidak ada penyimpangan dalam penerimaan peserta didik.

Sekolah Rakyat merupakan program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Gus Ipul menekankan bahwa siswa yang diterima harus benar-benar berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Ini saya titipkan betul kepada Pak Wali dan Pak Bupati. Jangan main-main, jangan sampai ada orang mampu masuk. Tidak boleh ada titipan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tidak lepas dari kualitas pendidikan dan fasilitas yang disediakan. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari asrama, seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari disiapkan secara lengkap. Selain itu, tenaga pendidik yang bertugas juga memiliki kompetensi yang mumpuni.

Kondisi tersebut, lanjut Gus Ipul, berpotensi memunculkan upaya dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk memasukkan anaknya ke Sekolah Rakyat. Untuk mencegah hal itu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Siswa yang diterima hanyalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah melalui proses asesmen oleh pendamping sosial, pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan akademik dan non-akademik secara seimbang. Gus Ipul meyakini setiap anak memiliki potensi dan peran penting yang perlu dikembangkan sejak dini.

“Kami percaya setiap anak punya kelebihan masing-masing. Karena itu dilakukan pemetaan bakat agar potensi mereka bisa dikembangkan secara optimal,”ucapnya.

Selain pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga membekali siswa dengan berbagai kecakapan hidup. Gus Ipul berharap lulusan Sekolah Rakyat mampu menjadi agen perubahan yang dapat menggerakkan kehidupan sosial dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Setelah lulus, anak-anak ini tidak boleh berhenti. Mereka harus diarahkan untuk melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja agar bisa menjadi agen perubahan,” pungkas Gus Ipul.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Yakin Ijazah Jokowi Palsu, Amien Rais: Kita Jangan Jadi Bangsa Idiot
• 1 jam lalufajar.co.id
thumb
Purbaya Berkomitmen Bersih-bersih DJP, Siapkan Sanksi hingga Pemberhentian Bagi Pegawai
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Amankan 26 PMI Ilegal di Dumai, 15 Di antaranya Korban Bencana Aceh
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Skrining Penyakit Kusta Masuk Cek Kesehatan Gratis Mulai Tahun 2026
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Augsburg imbang 1-1 saat  jamu Union Berlin
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.