Rieke Diah Pitaloka Murka dengan Kasus Aurelie Moeremans, Sentil Komnas HAM dan Komnas Perempuan: Saya Belum Mendengar Suara Mereka!

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka menyinggung soal isu child grooming yang dialami oleh artis Aurelie Moeremans. Tak hanya itu, ia juga menyentil Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

Seperti diketahui, belum lama ini artis Aurelie Moeremans merilis buku memoar berjudul Broken Strings. Di buku itu, Aurelie menulis pengalaman pahitnya saat jadi korban kekerasan seksual dan child grooming.

Benar saja, buku itu langsung viral hingga ramai diperbincangkan netizen. Bahkan, anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka pun ikut menyoroti kasus tersebut.

Seperti baru-baru ini, Rieke Diah Pitaloka murka dengan Kasus Aurelie Moeremans hingga menyentil Komnas Ham dan Komnas Perempuan. Sentilan itu disampaikan Rieke saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komnas Perempuan dan Komnas HAM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Di rapat tersebut, Rieke menyinggung soal isu child grooming yang dialami oleh artis Aurelie hingga ditulis dalam sebuah buku memoar. Menurut Rieke, isu grooming memang masih tabu di Indonesia.

Namun, dengan munculnya buku Broken Strings itu menunjukkan bahwa grooming bisa saja dialami oleh siapapun. Oleh karena itu, ia meminta agar negara dan pihak berwenang tak hanya diam jika menerima kasus tersebut.

"Child grooming ini adalah sesuatu yang dalam tanda kutip tabu bagi Indonesia selama ini."

"Tapi ada seorang perempuan yang bernama Aurelie Moeremans yang mengeluarkan buku e-book secara gratis yang berjudul Broken Strings," kata Rieke dilansir Kompas.com. 

"Bagaimana masa mudanya dihancurkan, bukan hanya dirampas. Ini adalah memoar yang terindikasi merupakan kisah hidup yang nyata dan ini bisa terjadi pada siapa saja, juga kepada anak-anak kita ketika negara diam, ketika kita yang ada di dalam posisi harusnya bersuara, kita diam," ujar dia.

Lebih lanjut, Rieke juga menjelaskan betapa bahayanya child grooming. Ia bersyukur lantaran Aurelie mau buka suara hingga jadi bahan pelajaran dan kewaspadaan terutama untuk orang tua dan lembaga terkait.

 

"Tujuan akhirnya adalah kekerasan atau eksploitasi seksual," kata Rieke.

"Maaf pimpinan saya agak emosional karena ini bisa terjadi pada anak-anak kita. Kasusnya banyak di Indonesia. Untungnya ada anak ini yang berani ngomong," tutur Rieke.

Rieke Diah Pitaloka murka dengan kasus Aurelie Moeremans, sang politisi langsung mengajak Komisi XIII DPR RI untuk memperjuangkan penanganan kasus tersebut secara bersama-sama. Ia juga menyayangkan lantaran banyak pihak yang masih bungkam dengan hal tersebut.

"Di hari pertama saya bertugas di Komisi XIII dengan support dari pimpinan, apakah mungkin kita memperjuangkannya bersama? Tidak ada satupun negara yang saat ini saya kira untuk bersuara," kata dia.

"Saya belum mendengar ada suara dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan secara utuh secara serius terhadap kasus ini," ujar Rieke Diah Pitaloka.

Seperti diketahui, buku memoar Broken Strings kini tengah viral di media sosial. Melalui buku itu, Aurelie menjelaskan peristiwa saat dirinya di-grooming oleh pria yang saat itu jadi kekasihnya bernama Bobby (nama yang disamarkan).

Saat itu, Aurelie berusia 15 tahun, sedangkan pelaku berusia 13 tahun lebih tua darinya. Di bab awal bukunya, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan pria yang disamarkan dengan nama Bobby di sebuah lokasi syuting.

Sejak pertemuan itu, ia mengaku mulai mengalami manipulasi dan kontrol secara perlahan. Setelah itu, ia menceritakan pengalaman pahitnya saat mendapat kekerasan seksual dari pelaku.

"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku."

"Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku," tulis Aurelie.

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini Temuan Komdigi Setelah Panggil Meta soal Kebocoran Data
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kok Bisa, Manchester United Tekor Ratusan Miliar Cuma Gara-gara Ruben Amorim Dipecat?
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
GMNI Tegaskan Bencana Lingkungan Adalah Masalah Keadilan, Bukan Takdir!
• 19 jam laludisway.id
thumb
Ditantang Dokter Tifa! Ade Darmawan Pastikan Jokowi Siap Sidang Kasus Ijazah Palsu | ROSI
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, Menko AHY Tekankan Tiga Fokus Utama Pembangunan
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.