Berani Kritik dan Kode Rakyat di ‘Mens Rea’

fajar.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Andi Muhammad Jufri
(Praktisi Pembangunan Sosial)

“Mens Rea”, judul spesial stand-up comedy kesepuluh dari Pandji Pragiwaksono. Netflix merilis “Mens Rea” pada akhir 2025 , kemudian viral, populer, dan meraih posisi puncak kategori TV Shows Netflix Indonesia per Senin, 5 Januari 2026.

Unggul dari sejumlah tayangan internasional, termasuk drama Korea Cashero, serial legendaris Stranger Things (episode terakhir), The Walking Dead, serta anime Sentenced Be a Hero (Kompas TV, 6/1/2026).

Secara jenaka, “Mens Rea” menyadarkan rakyat, khususnya generasi muda agar melek politik dan memahani substansi demokrasi yang menentukan masa depan negeri. Melalui humor, “Mens Rea” juga dengan “satire”, secara efektif memberikan kritik dan masukan kepada pemimpin negeri terkait perlunya perbaikan kondisi demokrasi, prilaku pejabat publik, peran lembaga negara, dan organisasi keagamaan .

“Mens Rea” yang ditampilkan Panji dengan penuh humor, ejekan dan hiperbola, atau dikenal istilah “social satire”, secara efektif menjadi sarana kritik sosial (social criticism) terkait kebodohan, kesalahan, atau keburukan norma sosial, institusi, perilaku, dan politik pada realitas kehidupan rakyat kekinian.

“Mens Rea” juga menjadi humor politik (political humor) dengan menargetkan figur politik, kebijakan, atau situasi politik, untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap otoritas di negeri ini. Dengan pendekatan sosiologi komedi (comedic socioligy), fakta hasil observasional diceritakan secara cerdas oleh Komedian Panji dengan mengungkap berbagai kasus faktual yang telah berlangsung dan menjadi perbincangan ditengah kehidupan rakyat, antara lain : kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa, kasus penembakan oknum polisi ke siswa SMKN di Semarang, anomali pagar laut yang ada di Tangerang, rumah kelas menengah di kota, masalah opini “orang bodoh ngak usah ikut votting”, dan kasus korupsi pejabat MA senilai 1 Triliun. Berbagai kasus faktual tersaji dengan narasi, vokal dan gerak Panji, yang menciptakan efek lucu, sekaligus kritis.

“Mens Rea” dalam istilah hukum Latin yang berarti “niat jahat” atau sikap batin pelaku saat melakukan tindak pidana. Ini merujuk pada kondisi mental, seperti kesengajaan atau kealpaan, yang harus dibuktikan bersamaan dengan actus reus (perbuatan fisik) untuk menjatuhkan vonis pidana. Ini mencakup niat, pengetahuan, atau kecerobohan pelaku. Istilah ini membawa kita kepada tema besar pertunjukan komedian Panji “Mens Rea” bahwa setiap manusia memiliki sisi gelap yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang merusak tatanan kehidupan pribadi, keluarga, kelompok dan negeri.

Di tengah kontroversi “Mens Rea” yang telah ditampilkan Panji, perbincangan substantif terhadap narasi yang tersampaikan dapat menjadi “cermin” reflektif terhadap isu-isu sosial terkini di negeri ini. Perlu disadari bahwa apapun wacana dan kritik sosial yang disampaikan secara “satire” di “Mens Rea” adalah bagian dari “kode rakyat” untuk kita memperkuat negeri secara institusional.

Pilar utama kelembagaan negeri (eksekutif, legislatif, maupun yudikatif) dapat kuat, bila prasyarat sebagai institusi dimiliki yaitu otoritas, kapasitas, independensi dan inklusivitas. Tanpa prasyarat ini, terutama independensi dan inklusivitas, kita sepertinya akan menyaksikan peristiwa -peristiwa sejenis yang berulang di sepanjang perjalanan negeri menuju masa depan.

Sebagai pemilik kuasa “rakyat”, semangat perjuangan tidak boleh lelah. Para pelopor, penggerak, dan pendidik rakyat dan negeri, perlu terus mengorganisir diri, bergerak mendewasakan rakyat, terutama generasi muda. Kita butuh lebih banyak lagi komedian tampil mendidik rakyat dan negeri ini.

Kita butuh lebih banyak lagi seniman dengan berbagai bentuk karya seni dan kreativitas, agar rakyat lebih memahami substansi berdemokrasi. Kita perlu semua kalangan berbagai profesi, berpartisipasi, memberi contoh, menularkan mindset, pengetahuan dan wawasan serta prilaku warga negara agar sadar berdemokrasi.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menegaskan betapa pentingnya kritik dalam kehidupan berdemokrasi. Menurutnya, pemimpin tidak boleh alergi terhadap masukan, sebab kritik sejatinya adalah “vitamin” yang memperkuat arah perjalanan bangsa (Pidato Prabowo pada acara pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Polri sepanjang satu tahun terakhir di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Dengan niat dan tujuan yang baik, “Mens Rea” merupakan bagian kode rakyat dan membangkitkan serta membudayakan “berani kritik”. Bila tumbuh budaya “berani kritik” maka proses pembelajaran, evaluasi dan koreksi atau perbaikan, inovasi dan dialog terbuka, serta evolusi perubahan berkelanjutan, akan terjadi dan melahirkan kebijakan yang tepat, berkualitas dan berpihak kepada rakyat dan negeri.

Kita berharap, budaya “berani kritik” di negeri ini dapat melahirkan pemimpin -pemimpin megeri masa depan, tokoh -tokoh pengambil kebijakan, manajer pelaksana program di berbagai bidang, jenjang dan wilayah pembangunan, yang dapat menjadi pelopor : (a) penguatan kelembagaan negeri secara demokratis, (b) kepemimpinan dengan penuh integritas, matang, inovatif, dan melihat kritik sebagai masukan serta cermin kebaikan, bukan ancaman (c) kepemimpinan dengan menghargai perbedaan, merangkul dan mengembangkan kolaborasi, dan (d) kepemimpinan pembangunan yang memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan untuk kemakmuran rakyat yang adil dan merata.

Semoga! (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkot Surabaya Target Perbaikan Wisma Karanggayam Tuntas Pertengahan 2026
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Anak Purbaya Tanggapi Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald: Muridnya FOMO!
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Haedar Nashir: Isra Mikraj Harus Dihidupkan dalam Kesalihan Berkehidupan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korban Keracunan MBG di Mojokerto Mulai Sembuh
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Malam-malam, Mendiktisaintek Dipanggil Prabowo Bahas Hilirisasi Logam Tanah Jarang
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.