Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) menjalin sinergi untuk memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi kebutuhan mendesak, mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama dengan karakter peserta didik yang beragam.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam pertemuan dengan Kepala LAN Muhammad Taufiq di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. Menurutnya, sistem boarding menjadikan Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua bagi para siswa dan tenaga kependidikan.
“Penguatan sistem asrama harus menjadi perhatian utama. Sekolah Rakyat ini berfungsi sebagai rumah kedua bagi anak-anak sekaligus tempat kerja bagi para pendidik dan tenaga pendukung,”kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Januari 2026.
Selain tata kelola, penguatan SDM juga menjadi fokus utama. Gus Ipul menilai tantangan di Sekolah Rakyat sangat dinamis, sehingga membutuhkan tenaga kependidikan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga mampu membentuk kedisiplinan, karakter, dan suasana belajar yang kondusif.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tidak hanya ditujukan bagi kepala sekolah dan guru, tetapi juga seluruh tenaga pendukung, seperti wali asrama, wali asuh, petugas keamanan, hingga juru masak.
“Semua elemen harus dipikirkan, mulai dari disiplin, perilaku, sampai kemampuan mendampingi anak. Mereka perlu dibekali kompetensi yang memadai,” jelasnya.
Kepala LAN Muhammad Taufiq menyambut positif kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan LAN untuk mendampingi Kemensos dalam penguatan tata kelola serta peningkatan kapasitas SDM Sekolah Rakyat. Ia menyebut pendampingan akan dilakukan secara sistematis dan efisien.
“Tata kelola dan SDM Sekolah Rakyat akan kami dampingi secara menyeluruh,”ujar Taufiq.
LAN juga berencana memfasilitasi dialog langsung dengan tenaga kependidikan serta menyiapkan skema pendampingan, termasuk pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dan peningkatan kompetensi tenaga pendukung melalui program training of trainers (ToT).
“Nanti akan kami rancang sistem pendampingannya seefisien mungkin,”ucapnya.
Untuk mendukung implementasi kerja sama tersebut, Gus Ipul membuka peluang pemanfaatan balai dan sentra milik Kemensos sebagai pusat pelatihan, yang dapat dikolaborasikan dengan fasilitas pelatihan milik LAN. Ia juga mendorong pengembangan Sekolah Rakyat unggulan sebagai model pengelolaan dan pembinaan.
“Balai-balai Kemensos bisa kita manfaatkan dan dikolaborasikan dengan balai yang dimiliki LAN,”ungkap Gus Ipul.
Selain itu, LAN turut menawarkan dukungan peningkatan kemampuan bahasa asing bagi siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA melalui balai bahasa, guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Menutup pertemuan, Gus Ipul menyatakan optimisme bahwa kolaborasi dengan LAN akan mempercepat dan menjaga keberlanjutan penguatan SDM Sekolah Rakyat.
“Saya percaya kerja sama ini bisa berjalan berkelanjutan, tinggal bagaimana kita mempercepat pelaksanaannya,”tuturnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, serta Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung. Dari pihak LAN hadir Sekretaris Utama Andi Taufik, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Agus Sudrajat, serta Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan Seno Hartono.
Editor: Redaksi TVRINews




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470949/original/015297500_1768272070-IMG_3398.jpeg)
