Kenaikan UMP dan Jelang Ramadan, Sektor Konsumer Diproyeksi Tumbuh pada 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek sektor konsumer pada 2026 dinilai masih menarik di tengah dukungan kebijakan fiskal, perbaikan daya beli masyarakat dan momen tahunan seperti Ramadan serta Idulfitri. BRI Danareksa Sekuritas menilai sejumlah katalis akan menopang kinerja emiten konsumer dan pergerakan saham di sektor tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan peringkat overweight terhadap prospek sektor konsumer di 2026. Sejumlah katalis dinilai bakal menjadi pendorong laju saham dalam sektor ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Christy Halim dan Sabela Nur Amalina menilai kenaikan upah minimum menjadi salah satu faktor pendukung prospek positif sektor konsumer. Meskipun rata-rata kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada 2026 diperkirakan hanya sekitar 5,7% secara year on year, angka tersebut dinilai tetap berkontribusi terhadap peningkatan daya beli masyarakat.

Kenaikan rata-rata UMP pada 2026 juga tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2024 dan 2025 yang masing-masing mencapai 6,5%. Adapun pada 2023, kenaikan UMP sempat mencapai 7,2%.

“Meskipun demikian, kami meyakini bahwa penyesuaian kenaikan upah minimum tetap akan memberikan dukungan bertahap terhadap daya beli rumah tangga, yang pada gilirannya mendukung konsumsi secara keseluruhan dan tetap berdampak positif bagi sektor konsumer,” katanya dalam riset yang dipublikasikan Kamis (8/1/2026).

Selain faktor upah, kebijakan fiskal pemerintah juga dinilai menjadi penopang konsumsi. Anggaran perlindungan sosial pada 2026 direncanakan meningkat 8,6% secara tahunan menjadi Rp508,2 triliun, meskipun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah tahun ini.

Baca Juga

  • OCBC Sekuritas Bocorkan Racikan IPO untuk Semester I/2026
  • OJK Hentikan 2.263 Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal pada 2025
  • Blak-blakan Bos BTPS Soal BTPN Syariah Ventura Ditutup

Analis juga mencermati berlanjutnya stimulus ekonomi pada 2026, termasuk perluasan insentif pajak penghasilan ditanggung pemerintah (PPh DTP) yang kini mencakup sektor pariwisata, di samping sektor padat karya.

“Kami memperkirakan pemerintah akan tetap memiliki kapasitas untuk merelokasi alokasi anggaran yang tidak terpakai ke program lain tahun ini, sehingga mendukung kerangka fiskal yang lebih fleksibel,” tambahnya.

Mayora Indah Tbk. - TradingView

Dengan berbagai dukungan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan pendapatan agregat sektor konsumer sebesar 5,7% secara tahunan pada 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh pemulihan volume penjualan secara bertahap serta kenaikan harga jual rata-rata yang moderat.

Analis menilai emiten dengan pangsa pasar besar, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), memiliki daya tawar harga yang lebih kuat untuk meneruskan kenaikan biaya input kepada konsumen.

“Kami mempertahankan peringkat overweight pada sektor konsumer karena valuasi sektor berada pada 13,6 kali PE FY26F. ICBP tetap menjadi pilihan utama kami, diikuti MYOR, INDF, dan UNVR,” katanya.

Dalam riset tersebut, analis menetapkan target harga saham ICBP sebesar Rp11.500 per saham, MYOR Rp2.700, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) Rp9.400, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) Rp3.200 per saham.

--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Umumkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
• 11 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Hasil Liga Italia: Rabiot Bersinar di Markas Como, Milan Terus Tempel Inter
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Jaksa Baca Bukti Chat Ammar Zoni Pernah Titip Klip Plastik ke Kekasih
• 23 jam laludetik.com
thumb
Trump Umumkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
• 7 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis Film Horor Jepang
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.