Waspada Penyakit Infeksi Saat Banjir, Pekerja Lapangan Diimbau Tingkatkan Proteksi Diri

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

MUSIM hujan dan ancaman banjir membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi para pekerja lapangan. Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, DR. dr. Wan Nedra Komaruddin, Sp.A, mengingatkan para pekerja seperti wartawan, kurir ekspedisi, hingga petugas teknis untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah infeksi berbahaya.

Menurut Wan Nedra, profesi yang menuntut mobilitas tinggi di luar ruangan memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih besar karena sering terpapar air hujan dan genangan banjir yang terkontaminasi.

“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” ujar Wan Nedra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (15/1).

Baca juga : Musim Hujan dan Banjir, Waspadai 3 Penyakit Ini

Ancaman Leptospirosis dan Infeksi Kulit

Salah satu ancaman yang paling diwaspadai adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari urine hewan, khususnya tikus, yang mencemari air banjir. Bakteri tersebut dapat menyelinap masuk ke tubuh manusia melalui luka kecil pada kulit. 

Jika tidak segera ditangani, gejalanya bisa berkembang dari demam tinggi dan nyeri otot hingga menyebabkan gangguan fungsi ginjal serta hati.

Selain itu, kontak berkepanjangan dengan air kotor memicu berbagai masalah kulit seperti dermatitis, bisul, dan jamur. Risiko penyakit saluran pencernaan seperti diare dan tifus juga meningkat akibat paparan virus dan bakteri. 

Baca juga : Kutu Air dan Diare Mulai Serang Korban Banjir di Kalsel

Kondisi lingkungan yang lembap dan dingin dalam waktu lama pun turut andil dalam memicu gangguan pernapasan, termasuk flu, bronkitis, hingga pneumonia.

Langkah Mitigasi dan Kebersihan Diri

Guna meminimalisir risiko, Wan Nedra menekankan pentingnya dekontaminasi sesegera mungkin setelah bekerja di area banjir.

“Segera mandi dengan air bersih dan sabun, terutama di bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir. Luka sekecil apapun harus dibersihkan dan diberi antiseptik,” tegas pemilik Klinik Asshomadiyah Medicare Centre tersebut.

Ia juga menyarankan para pekerja untuk segera mengganti pakaian dan alas kaki yang basah, serta rutin membersihkan perlengkapan kerja seperti sepatu bot dan sarung tangan agar tidak menjadi sarana penularan kuman.

Persiapan Alat Pelindung dan Suplemen

Sebagai langkah pencegahan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi hal yang wajib. Pekerja lapangan direkomendasikan untuk selalu mengenakan sepatu bot tahan air, jas hujan, dan sarung tangan. 

Selain itu, membawa tas kecil berisi perlengkapan pribadi seperti sabun antiseptik, kaus kaki cadangan, dan obat-obatan dasar sangatlah penting.

Untuk menjaga imunitas dari dalam, Wan Nedra menganjurkan konsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin. Pekerja juga diharapkan memastikan status vaksin tetanus mereka masih terlindungi.

“Persiapan yang baik dan kebiasaan hidup bersih sangat penting agar pekerja lapangan tetap sehat, aman, dan produktif meski harus bekerja di kondisi cuaca ekstrem,” pungkas Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PDNU) Jakarta Raya tersebut. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
UMI siapkan SDM unggul dukung proyek strategis nasional Presiden
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Libur Isra Miraj, Arus Lalu Lintas Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Bocah 6 Tahun di Kuansing Lepas dari Mulut Buaya Berkat Keberanian Ibu
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pertamina Tambah 813.800 Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Isra Miraj di Jawa Timur
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Risiko Minyak Pohon Teh, Bisa Beracun dan Picu Alergi
• 4 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.