Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA), melakukan survei lokasi rencana pembangunan akses jalan dan tanggul pengaman pantai di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, menindaklanjuti usulan nelayan dan warga setempat.
“Survei dilakukan di dua titik yakni rencana pembuatan akses jalan sepanjang 70 meter di samping RPTRA Tanjung Elang serta lokasi pembangunan tanggul pengaman pantai untuk mencegah abrasi,” kata Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab Mustaqim di Jakarta.
Ia mengatakan kedua lokasi tersebut diketahui merupakan aset milik Suku Dinas Perhubungan (Sudin Perhubungan). Adapun kegiatan survei tersebut merupakan bagian dari monitor tahap awal terhadap usulan warga yang telah disampaikan melalui Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan lurah setempat.
“Ini merupakan usulan dari LMK dan Pak Lurah tapi saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Sudin Perhubungan karena lahan ini merupakan aset Dishub,” kata Mustajab.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengatakan bahwa usulan tersebut disampaikan menyusul kebutuhan mendesak para nelayan dan warga sekitar.
Akses jalan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas sandar dan bongkar muat kapal nelayan.
Baca juga: Renovasi RSUD Kepulauan Seribu telah capai 44 persen
Jamaluddin mengatakan usulan ini sudah hampir empat kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah tapi belum bisa terealisasi.
“Mudah-mudahan kali ini ada titik terang,” katanya.
Jamaluddin menambahkan, keberadaan akses jalan dan tanggul pengaman pantai juga sangat penting untuk keselamatan warga serta mencegah abrasi yang berpotensi merusak wilayah pesisir.
Seorang nelayan di Pulau Pramuka Jeri (42) berharap Sudin SDA dapat membantu merealisasikan pembangunan akses yang layak bagi nelayan.
“Kami berharap Sudin SDA membantu membuatkan akses turun naik nelayan supaya lebih nyaman dan aman. Selama ini kami cukup kesulitan, terutama saat air surut maupun cuaca kurang bersahabat,” kata Jeri.
Baca juga: Taman Nasional dukung pengolahan air limbah domestik di Pulau Pramuka
Baca juga: Kapasitas SPALD di Pulau Pramuka ditargetkan naik jadi 400 meter kubik
“Survei dilakukan di dua titik yakni rencana pembuatan akses jalan sepanjang 70 meter di samping RPTRA Tanjung Elang serta lokasi pembangunan tanggul pengaman pantai untuk mencegah abrasi,” kata Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab Mustaqim di Jakarta.
Ia mengatakan kedua lokasi tersebut diketahui merupakan aset milik Suku Dinas Perhubungan (Sudin Perhubungan). Adapun kegiatan survei tersebut merupakan bagian dari monitor tahap awal terhadap usulan warga yang telah disampaikan melalui Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan lurah setempat.
“Ini merupakan usulan dari LMK dan Pak Lurah tapi saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Sudin Perhubungan karena lahan ini merupakan aset Dishub,” kata Mustajab.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengatakan bahwa usulan tersebut disampaikan menyusul kebutuhan mendesak para nelayan dan warga sekitar.
Akses jalan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas sandar dan bongkar muat kapal nelayan.
Baca juga: Renovasi RSUD Kepulauan Seribu telah capai 44 persen
Jamaluddin mengatakan usulan ini sudah hampir empat kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah tapi belum bisa terealisasi.
“Mudah-mudahan kali ini ada titik terang,” katanya.
Jamaluddin menambahkan, keberadaan akses jalan dan tanggul pengaman pantai juga sangat penting untuk keselamatan warga serta mencegah abrasi yang berpotensi merusak wilayah pesisir.
Seorang nelayan di Pulau Pramuka Jeri (42) berharap Sudin SDA dapat membantu merealisasikan pembangunan akses yang layak bagi nelayan.
“Kami berharap Sudin SDA membantu membuatkan akses turun naik nelayan supaya lebih nyaman dan aman. Selama ini kami cukup kesulitan, terutama saat air surut maupun cuaca kurang bersahabat,” kata Jeri.
Baca juga: Taman Nasional dukung pengolahan air limbah domestik di Pulau Pramuka
Baca juga: Kapasitas SPALD di Pulau Pramuka ditargetkan naik jadi 400 meter kubik


