Potensi Alpukat di India: Peluang Terbatas di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

BUDIDAYA alpukat di India menunjukkan potensi yang menjanjikan seiring melonjaknya permintaan di wilayah perkotaan. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan perluasan skala besar masih terhambat keterbatasan geografis dan ancaman perubahan iklim yang membayangi masa depan komoditas bernilai tinggi ini.

Studi yang dipimpin G. Karunakaran dari Institut Riset Hortikultura India (IIHR) dan diterbitkan dalam jurnal PLOS One ini memetakan kecocokan lahan alpukat saat ini hingga beberapa dekade mendatang. Hasilnya menunjukkan peluang agribisnis ini sangat bergantung pada tren emisi karbon dan manajemen lahan yang bijaksana.

Tantangan Budidaya dan Zona Hijau Saat Ini

Tanaman alpukat dikenal sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Embun beku dapat merusak bibit muda, sementara kelembapan berlebih meningkatkan risiko penyakit jamur. Ketidakstabilan suhu musiman juga sering mengganggu proses pembungaan dan perkembangan buah.

Baca juga : Perubahan Iklim Dorong Ular Berbisa Bergerak ke Wilayah Baru di India

Hingga saat ini, budidaya yang sukses masih terbatas pada wilayah selatan, seperti Kerala dan Tamil Nadu. Pemodelan canggih menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh iklim, tetapi juga kedalaman tanah serta tutupan hutan. Wilayah dengan tekanan urbanisasi rendah dan tanah yang dalam terbukti lebih mendukung sistem perakaran alpukat yang luas.

Dampak Pemanasan Global: Peluang atau Ancaman?

Peneliti menguji beberapa skenario iklim hingga pertengahan abad ini. Pada skenario emisi rendah hingga moderat, zona budidaya alpukat diprediksi akan bergeser secara bertahap ke dataran tinggi dan sedikit ke arah utara, seperti Ghats Barat dan sebagian India Timur Laut.

Namun, situasinya berubah drastis pada skenario emisi tinggi. Meskipun area yang "cocok" secara teknis terlihat meluas, lahan tersebut menjadi terfragmentasi atau terpecah-pecah dalam petak-petak kecil yang tidak merata.

Baca juga : Save Soil, Gerakan Menjaga Tanah Sebagai Fondasi Sumber Kehidupan

"Studi kami menunjukkan budidaya alpukat di India dapat meluas ke wilayah baru di bawah skenario emisi rendah hingga moderat, tetapi jalur emisi tinggi dapat memfragmentasi dan mengganggu stabilitas zona tumbuh yang sesuai," tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Pentingnya Konservasi dan Perencanaan Cerdas

Wilayah Ghats Barat tetap diprediksi menjadi benteng pertahanan utama bagi budidaya alpukat. Stabilitas curah hujan dan tutupan hutan di wilayah ini berfungsi sebagai penyangga terhadap ekstremitas suhu. Peneliti menyarankan penggunaan sistem agroforestri, di mana pohon alpukat ditanam berdampingan dengan tanaman hutan, untuk mengurangi stres panas dan kelembapan ekstrem.

Bagi para petani, keberhasilan di masa depan bergantung pada pemilihan lokasi yang cermat, bukan sekadar ekspansi cepat. Menanam di area yang baru menghangat tanpa mempertimbangkan kualitas tanah dan pola hujan hanya akan meningkatkan risiko gagal panen.

Temuan ini mendorong pengambil kebijakan untuk menyeimbangkan peluang ekonomi dengan batas-batas ekologi melalui perencanaan pertanian cerdas iklim (climate-smart planning). Masa depan alpukat di India tidak hanya ditentukan oleh suhu yang lebih hangat, tetapi oleh seberapa selaras praktik pertanian dengan realitas keberlanjutan jangka panjang. (Earth/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mobil Mahasiswi di Pekanbaru Dirusak Sekelompok Pemotor: Ternyata Urusan Asmara
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tampil Memikat ala Vicky Shu, Cara Mudah Bikin Riasan Mata
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Hansi Flick Puji Pertahanan Racing Santander dan Doakan Lolos ke Divisi Pertama
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
LPH KKP Resmi Beroperasi, Percepat Sertifikasi Halal Produk Kelautan dan Perikanan Nasional
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Legislator PDIP Kritik Peran Komnas HAM & Perempuan Soal Kasus yang Dialami Aurelie
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.