FAJAR, SIDRAP – Kinerja pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melonjak signifikan pada Triwulan III Tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sidrap mencatat laju pertumbuhan ekonomi sebesar 8,02 persen (c-to-c), tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat mencolok dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 dihitung dari akumulasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Januari–September 2025 dibandingkan akumulasi Januari–September 2024.
Keberhasilan Sidrap menempati peringkat pertama di Sulsel tidak terlepas dari penguatan sektor unggulan daerah, khususnya pertanian berbasis sistem tanam–panen–hilirisasi. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas, memperbesar nilai tambah, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Secara regional, Sidrap mengungguli sejumlah daerah lain seperti Sinjai (5,25 persen), Makassar (5,07 persen), Gowa (7,06 persen), serta Bone (6,15 persen). Bahkan beberapa daerah yang sebelumnya mencatat pertumbuhan tinggi mengalami perlambatan pada Triwulan III 2025.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menilai, lonjakan pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan indikator keberhasilan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada sektor riil dan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Sidrap melonjak karena meningkatnya produksi sektor pertanian dan peternakan. Ini didorong oleh sistem baru yang kami terapkan, yaitu tanam, panen, dan hilirisasi,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci naiknya nilai tambah hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, sekaligus menggerakkan sektor perdagangan dan industri di daerah.
Selain itu, dukungan infrastruktur produksi, penguatan kelembagaan petani, serta inovasi kebijakan daerah turut menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sidrap.
Dengan capaian tersebut, Sidrap semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling progresif di Sulawesi Selatan. (*/)





