OPINI: Diversifikasi Portofolio Investasi 2026

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja sangat baik, di mana IHSG naik 22% (atau 27% bila termasuk dividen), didukung oleh performa positif saham berkapitalisasi menengah dan kecil, sektor logam, komoditas, telekomunikasi, konsumer, serta perusahaan konglomerasi.

Kelas aset Pendapatan Tetap dan Pasar Uang juga mencatat kinerja solid didukung tingginya likuiditas Perusahaan keuangan dan kuatnya permintaan dari investor domestik serta penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia sebesar total 125 basis poin menjadi 4,75%.

Reksa dana saham menunjukkan hasil beragam; di mana salah satu kinerja terbaik dicapai oleh reksa dana indeks berbasis Pefindo I-Grade dengan imbal hasil 11,75%, sementara reksa dana strategi aktif dapat mencapai kinerja di atas 10%.

Risk adjusted return, yang diukur dengan Sharpe Ratio menunjukkan hasil positif pada kedua jenis reksa dana saham tersebut. Sementara reksa dana tematik seperti Pefindo Prime Bank, yang berisi 10 saham perbankan, memiliki return negatif sekitar -6%, tetapi mengindikasikan valuasi yang sangat menarik saat ini.

Pada strategi saham lain, Momentum-Value dapat mencapai kenaikan luar biasa sekitar 35%.

Tahun lalu, reksa dana campuran memberikan trade-off hasil investasi dan risiko dengan baik, dengan kinerja di atas 8% tetapi volatilitas lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham.

Baca Juga

  • AS dan Taiwan Sepakati Investasi Rp4.230 triliun, Ambisi jadi Raja Semikonduktor
  • Nilai Tukar Rupiah Pekan Ini Melemah Beruntun, Menteri Rosan Bicara Dampaknya ke Investasi
  • Realisasi Investasi Jabar Tertinggi Indonesia pada 2025, Ini Kata Dedi Mulyadi

Sementara reksa dana pendapatan tetap menjadi pilihan unggulan bagi banyak, di mana kinerja tahun 2025 diuntungkan oleh yield yang tinggi pada awal tahun dan penurunan yield sepanjang tahun. Reksa dana pendapatan tetap durasi panjang, mencatat return di atas 10%, sementara reksa dana pendapatan tetap durasi pendek meraih Sharpe Ratio impresif diatas 5,0.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap durasi pendek unggul pada semester-1 tahun 2025 sementara reksa dana pendapatan tetap durasi panjang unggul pada semester-2 tahun 2025.Reksa dana pasar uang juga memiliki kinerja sangat baik dengan imbal hasil antara 4,7% hingga 5,7% (atau setara dengan tingkat bunga deposito sekitar 6% hingga 7%), secara konsisten mengungguli benchmark deposito 1 bulan sebesar 3,2%.

Secara umum, reksa dana pendapatan tetap memiliki kinerja positif untuk semua strategi, reksa dana saham memiliki kinerja beragam tergantung strateginya dan reksa dana pasar uang memberikan return stabil diatas deposito bank, sehingga menjadikan tahun 2025 sebagai tahun yang menguntungkan bagi investor dengan portofolio terdiversifikasi pada ketiga kelas aset.

HARAPAN 2026

Pada awal 2026, imbal hasil obligasi telah turun ke level yang lebih normal bila dibandingkan awal tahun 2025, di mana imbal hasil obligasi pemerintah 1-tahun, 5-tahun dan 10-tahun, masing-masing sebesar 4%, 5% dan 5,5% setelah pajak. Potensi capital gain untuk obligasi tahun ini diperkirakan lebih terbatas.

Tahun lalu kontribusi capital gain terhadap total return obligasi bisa mencapai 40%. Tahun ini, potensi capital gain diperkirakan lebih normal yaitu hanya hanya berkisar 10% dari total return. Total return adalah imbal hasil per tahun ditambah potensi capital gain tahun tersebut.

Untuk investor dengan toleransi risiko volatilitas rendah hingga moderat dan horizon investasi pendek hingga menengah, instrumen pendapatan tetap dapat menjadi inti portofolio investasinya. Di mana eksekusi investasi melalui reksa dana pendapatan tetap dapat memberikan efisiensi untuk harga akuisisi, diversifikasi, averaging down maupun investasi berkala.

Saat ini, instrumen pasar uang memiliki imbal hasil sekitar 4%—4,5% atau setara dengan bunga deposito 5%—5,6%. Sehingga fungsi pasar uang akan kembali menjadi instrumen optimalisasi imbal hasil dalam rangka manajemen kas jangka pendek.

Bila tahun lalu aset pendapatan tetap dan pasar uang dapat memberikan kontribusi imbal hasil signifikan bagi portofolio investor, tahun ini investor yang mencoba mengoptimalkan return, akan menghadapi dilema karena imbal hasil kedua aset tersebut telah turun.

Imbal hasil untuk reinvestasi kas atau investasi baru dapat menghasilkan return portfolio lebih rendah dibandingkan tahun lalu bila tidak ada perubahan pada komposisi aset investasi.

Dari sisi imbal hasil, saham masih memiliki potensi kinerja tertinggi di tahun 2026. Pada awal tahun ini, imbal hasil dari dividen saham ber kisar 5% hingga 7%. Tergantung strategi portofolionya. Tingkat imbal hasil dividen yang tinggi ini tidak jauh berbeda dengan awal tahun 2025, di mana dividen dapat berkontribusi lebih dari 60% dari kinerja indeks saham.

Sebagai contoh, pada tahun 2025 kinerja indeks saham IDX30 sebesar 10% di mana lebih dari 6% berasal dari dividen.

Di samping itu, tahun ini terdapat potensi pertumbuhan laba emiten saham yang disebabkan faktor low basedi tahun 2025 di mana laba emiten saham di indeks turun, pemulihan daya beli masyarakat, menurunnya tekanan kenaikan harga bahan baku, cost of funddan cost of credit serta potensi corporate actionseperti akuisisi, spin-off, konsolidasi yang dapat menjadi unlocking value di emiten.

Dengan demikian, dari perspektif alokasi aset, investor dapat mempertimbangkan untuk tetap dapat melakukan diversifikasi portofolio yang terdiri dari pasar uang, pendapatan tetap dan saham dengan penambahan bobot pada reksa dana saham pada portofolio tersebut bila investor memiliki horizon investasi yang panjang dan tolerasi risiko lebih tinggi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Bilang Eks Sekjen Kemenaker Masih Terima Uang Suap Izin Kerja TKA Meski Sudah Pensiun
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Pemerintah Buka 156 Program Studi Kedokteran Baru untuk Memperkuat Layanan Kesehatan
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Akhir Pencarian Ali, Pendaki yang Sempat Hilang di Gunung Slamet
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Perkuat Inovasi Pakan Lokal, JAPFA Raih 2 Penghargaan di Indonesia Rising Stars Award 2026
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.