Penulis: Octavian Dwi
TVRINews - Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie secara resmi membuka Strategic Foresight and National Resilience Series, sebuah kemitraan strategis antara Universitas Pertahanan (Unhan) dan King’s College London yang bertujuan memperkuat ketahanan nasional Indonesia melalui pengembangan riset, sains, dan teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Wamen Stella menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kemitraan strategis nasional sekaligus komitmen Indonesia dalam tatanan internasional.
“Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap memiliki peran aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama. Hari ini, kita mewujudkannya bersama Inggris,” jelas Wamen Stella dalam rilis yang diterima tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2026.
Ia melanjutkan, bahwasannya inisiatif strategis di bidang pertahanan dan ketahanan nasional perlu berakar pada perguruan tinggi, khususnya Unhan dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta komunitas pertahanan Indonesia.
Namun demikian, penguatan tersebut harus diiringi dengan upaya keberlanjutan untuk mengembangkan dan memperluas kapasitas nasional, terutama melalui pembangunan sumber daya manusia serta penguatan sains dan teknologi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci daya saing bangsa.
“Bukan suatu kebetulan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong inisiatif ini, termasuk riset di bidang pertahanan. Kita harus kuat dalam riset. Kampus harus bertransformasi menjadi kampus riset. Bukan berarti pengajaran tidak penting, tetapi pengajaran harus berbasis pada riset,” tutur lanjut Wamen Stella.
Sementara itu, Rektor Unhan, Jonni Mahroza menyebutkan bahwa kampus bukan hanya pusat pengetahuan, melainkan laboratorium pemikiran masa depan di bidang pertahanan dan keamanan.
“Kerja sama antara Unhan dan King’s College London bukan sekadar kolaborasi institusional, melainkan merepresentasikan komitmen bersama untuk membina pemikiran strategis, kepemimpinan yang beretika, serta kemampuan berpikir kritis,” Jelas Rektor Jonni.
Strategic Foresight and National Resilience Series terdiri dari delapan rangkaian seminar yang akan dilaksanakan selama enam bulan.
Pada sesi pertama akan dibuka oleh sivitas akademika Unhan dan King’s College London, Sekolah Staf dan Komando (Sesko), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, Sesko Angkatan Udara, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Editor: Redaksi TVRINews




