Keluarga yang Tak Dirindukan, Drama Baru MDTV Dibintangi Arbani Yasiz dan Kiki Narendra 

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - MDTV kembali menghadirkan drama terbaru, Keluarga yang Tak Dirindukan. Serial ini dibintangi deretan aktor muda hingga senior, mulai dari Arbani Yasiz,  Miqdad Addausy, Nabila Zavira, hingga Kiki Narendra dan Mami Irene Librawati.

Keluarga yang Tak Dirindukan mengangkat isu generasi sandwich yang selama ini lekat dengan beban ekonomi. 

Namun, sinetron ini tak berhenti pada persoalan finansial semata, melainkan juga menyoroti luka batin dan tekanan emosional yang kerap dipendam dalam lingkup keluarga.

Miqdad Addausy dipercaya memerankan karakter Firzha, sosok yang digambarkan penuh ambisi dan sering kali memandang hidup secara transaksional.

Serial Keluarga Yang Tak Dirindukan segera tayang di MDTV 

“Firzha itu orangnya transaksional, semuanya diukur dari sisi duniawi. Mudah-mudahan setelah nonton, penonton bisa ambil pelajaran baiknya, dan yang buruk jangan ditiru,” ujar Miqdad dalam konferensi pers peluncuran Keluarga Yang Tak Dirindukan di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1).

Karakter Thoriq yang diperankan Arbani Yasiz juga menjadi sorotan. Sinetron ini menandai kembalinya Arbani ke dunia sinetron setelah cukup lama fokus di industri film layar lebar.

“Proyeknya berbeda, tantangannya juga beda. Itu yang bikin saya tertarik kembali ke sinetron. Apalagi dipertemukan dengan teman-teman yang luar biasa dan cerita yang kuat,” pungkas Arbani Yasiz.

Bagi Kiki Narendra, Keluarga Yang Tak Dirindukan punya cerita yang kompleks dan menjadi tantangan baru di dunia seni peran.

"Karena jujur aja ini akan jadi tantangan buat gue sih. Gue belum pernah main di "sinema elektronik" (sinetron)," ungkap Kiki Narendra.

Sinopsis Keluarga Yang Tak Dirindukan

Kehidupan tiga bersaudara Firzha (Miqdad Addausy), Thoriq (Arbani Yasiz), dan adik angkat mereka, Zahra (Nabila Zavira) seketika runtuh saat sang ayah, Santoso (Kiki Narendra), mengalami insiden tragis
hingga tak lagi mampu bekerja. 

Cobaan hidup itu menjadi ujian nyata bagi anak-anak Santoso. Di tengah kebutuhan medis yang mencekik, ketiganya terseret dalam dilema, haruskah mereka mengorbankan kepentingan diri dan keluarganya masing-masing demi membalas budi orangtua, atau membiarkan sang ayah merana di usia senjanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bestari Barus Beri Bukti Jateng Bukan Kandang PDIP, Pengamat: Ngimpi!
• 5 jam lalufajar.co.id
thumb
E-Commerce Berbasis AI Sokong Percepatan Industri 4.0 di Indonesia
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Percepat Ekspansi Gerai di 2026, Catur Sentosa (CSAP) Lakukan Ini
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kilasan Sejarah 16 Januari: Perang Teluk Persia hingga Presiden Kongo Dibunuh
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.