JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah riuh kreativitas anak-anak SMA yang hari ini tak lepas dari kamera ponsel dan konten visual di media sosial, PNM menghadirkan panggung yang membuat karya mereka punya arah dan arti yang lebih mendalam.
Bukan sekadar lomba untuk jadi viral, melainkan ajakan untuk menyusun cerita,btentang sosok paling dekat dalam hidup yakni ibu.
Lembaga keuangan plat merah yang berfokus untuk memberdayakan perempuan prasejahtera yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyelenggarakan Madani Visual Parade (MVP), lomba kreativitas video berskala nasional untuk jenjang SLTA dalam rangka memvisualisasikan tema “Ibuku Pahlawanku” sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh ibu di Indonesia.
BACA JUGA:Habiburokhman: Vonis Laras Faizati Bukti KUHP dan KUHAP Baru Lebih Berkeadilan
BACA JUGA:BNPB Kebut Pembangunan 711 Unit Huntara di Aceh Utara, Target Rampung Akhir Januari
Memasuki penyelenggaraan kedua, MVP kini diperluas, yang sebelumnya terbatas untuk pelajar SMK dengan hadiah puluhan juta, tahun ini terbuka untuk seluruh jenjang SLTA dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Antusiasme peserta pun tinggi, tercatat 1.000 siswa-siswi dari 86 sekolah di seluruh Indonesia ikut ambil bagian.
Salah satu peserta MVP mengaku kompetisi ini membuatnya melihat konten dari sisi yang berbeda.
“Biasanya kami bikin video supaya viral atau estetik. Tapi lewat MVP, kami belajar bikin konten yang punya makna, kayak refleksi tentang kota kami, tentang ibu kami, tentang hal-hal yang selama ini kami anggap biasa,” ucapnya.
Pesan ini juga menguat dalam rangkaian kegiatan untuk 10 finalis SLTA terbaik yang berhak mengikuti winner tour selama 3 hari 2 malam di Jakarta, mulai dari tur keliling kota, hingga mengikuti Sashiko Workshop.
BACA JUGA:Netflix Sebut Pandji Pragiwaksono sebagai Komedian Terhormat, Enggan Komentari Substansi Konten Mens Rea
BACA JUGA:28 Jurusan SIPSS 2026 Dibuka Lulusan D4-S2, Peluang Jadi Perwira Polisi
Tak hanya itu, para finalis juga mengikuti talkshow bertema “Refleksi Kota & Asa Madani” bersama Iqbal Raisid (Iqbalbalqi), produser Vindes, dan Aco Tenriyagelli (acotenri), sutradara film “Suka Duka Tawa untuk Tujuan”, yang mendorong peserta membangun perspektif baru dalam berkarya.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria menegaskan bahwa MVP bukan sekadar kompetisi, tetapi cara PNM merangkul generasi muda untuk memaknai peran ibu melalui narasi visual yang lebih berdampak.
“Kami melihat kreativitas anak-anak SLTA hari ini bukan hanya soal teknis pembuatan video, tetapi bagaimana mereka menggunakan konten sebagai cara membaca kondisi, menangkap realitas, dan menyampaikan pesan dengan empati. MVP kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang menumbuhkan perspektif,” ujarnya.
PNM memosisikan konten sebagai alat refleksi, sebuah cara untuk menafsirkan kota, kehidupan, dan harapan yang sejalan dengan semangat Asa Madani, yang menggambarkan PNM sebagai institusi yang terus memberi harapan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia melalui sentuhan yang “madani”.
- 1
- 2
- »




