Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat memberi penjelasan soal adanya pemasangan rantai dan traffic cone di ramp off exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Sebelumnya, kawasan tersebut ramai diperbincangakan di media sosial karena adanya pungutan liar yang dilakukan 'Pak Ogah'.
Pemasangan rantai dan traffic cone itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, sehingga kendaraan dari arah tol tidak menumpuk dengan kendaraan yang melintas di Jalan Outer Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat.
"Itu kan crowded. Jadi yang dari daerah-daerah Kembangan tertahan. Makanya ditutup," kata Danan Regu Dishub Jakarta Barat, Rois, saat dimintai keterangan, Jumat (16/1).
"Nah itu kan hanya mengurai kepadatan supaya enggak crossing. Makanya dijadikan begitu. (Efeknya) ya enggak jauh-jauh, cuman muter ke Sentra, ke kolong-kolong sentra itu. Udah jadi enggak crowded kan enak," tambahnya.
Penutupan dilakukan setiap hari, sejak pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB. Namun, penutupan itu tak disertai dengan penjagaan oleh petugas yang berwenang.
Namun, Rois memberikan penjelasannya. Ia mengatakan pihaknya sudah sempat melakukan penjagaan. Tetapi, ada protes dari warga yang beberapa melihat ada oknum petugas membuka jalur itu untuk kendaraan tertentu.
"Kan ada orang-orang dari Polres, orang-orang dinasan, mereka kita bukain. Kan kita hanya menghargai, mungkin (upacara) apel, banyak DPR, kita menghargai kan," ujar Rois.
"Kalau kita bukain satu aja nah yang lain protes, kok pas saya masuk udah enggak kan. Nah saya takut ada miskomunikasi kan jadi gesekan, udah enggak usah ditungguin. Udah kita tinggal. Kita tetap fokus ke Pasar Sentral," tambahnya.
Tidak adanya petugas di lokasi akhirnya dimanfaatkan pelaku pungutan liar.
"Nah di situlah mungkin dimanfaatin sama orang 'Pa Ogah' mencari makan. Itu juga bukan dibuka. Itu diangkat, itu kan kencang. Mobil kecil itu kan bisa diangkat (rantainya), bisa masuk," kata dia.
Dibawa ke Dinsos
Polisi mengatakan, keenam Pak Ogah yang diamankan beberapa hari yang lalu itu telah dimintai keterangan di Mapolsek Cengkareng. Setelah itu mereka dibawa ke Dinas Sosial untuk dibina.
"Malam tadi sudah diserahkan ke Dinsos. Pembinaan ke Dinsos Kedoya," ujar Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin saat dikonfirmasi.
Aang mengatakan, keenam Pak Ogah ini diamankan polisi saat tengah beraksi di lokasi exit tol.
Setelah diamankan, Pak Ogah tersebut membuat video pernyataan klarifikasi atas aktivitasnya di ramp off exit Tol Rawa Buaya. Mereka mengaku penutupan exit tol Rawa Buaya oleh rantai dan traffic cone dilakukan oleh Dishub. Serta menyatakan hanya mencari uang tanpa memaksa.
"Kami meminta maaf untuk kejadian ini, kami tidak akan mengulanginya lagi. Kami mengklarifikasi penutupan area tol Rawa Buaya dengan rantai dengan kotak cone tersebut oleh pihak Dishub. Jadi kami sekadar datang mencari receh," kata salah satu 'Pak Ogah' yang diamankan dalam video klarifikasi yang diterima kumparan.
"Kami juga tidak ada pemaksaan, kami sekadar membantu dan mencari rezeki," tambahnya.
Polisi telah berkoordinasi dengan Dishub, Satpol PP, dan Ketua RW setempat, agar tak ada lagi aktivitas pungli di ramp off exit tol tersebut.
"Sudah berkoordinasi dengan Dushub, Satpol PP, dan ketua RW setempat. Dalam pengawasan bersama tidak ada lagi pungli di exit Tol Rawa Buaya," jelas Aang.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474581/original/055273700_1768489740-Chechu_Meneses.jpg)

