Cerita Pilu Korban Banjir di Pandelang: Rumah Rusak, Uang Jualan Hanyut

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sudah hampir satu pekan banjir di Kecamatan Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, belum surut. Banjir tersebut telah merusak rumah dan usaha warga.

Salah satunya, Asniah (65), penyintas banjir di Kecamatan Patia. Banjir yang melanda pemukiman warga tak hanya merusak bangunan, tetapi juga menghanyutkan uang yang ia simpan untuk modal usaha.

Baca juga: Hampir Sepekan Banjir di Pandeglang Belum Surut, Warga Kesulitan Air Bersih

Sehari-hari, Asniah berjualan gorengan keliling untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saat banjir datang, rumah berdinding bambu dan warungnya pun rusak. Sementara uang sebesar Rp 1,7 juta untuk modal jualan gorengan ikut hanyut terbawa air.

"Bekerja sebagai penjual gorengan, hidup sendirian, air datang ibu lagi di luar. Uang ketingalan di warung hanyut kebawa Rp 1,7 juta buat modal jualan gorengan, jualan gorengan keliling ke kampung, nggoreng di warung, entar dikelilingi sama ibu, bikin kripik bikin apa. Udah ibu mah cuma begitu doang pekerjaannya," kata Asniah, di rumahnya di Kampung Eretan, Desa Surianen, Patia, Jum'at (16/1/2026).

Untuk menambah pendapatan, Asniah juga sering bekerja di sawah, menanam dan memanen padi. Namun, akibat banjir yang melanda hampir sepekan ini, sawah yang biasanya ia kelola tidak bisa ditanami maupun dipanen.

"Kesawah kalau ada (panggilan) ini mah kesawah padinya gapuk (nggak ada isinya)," ucapnya.

Hidup sebatang kara sejak suaminya meninggal enam tahun lalu, Asniah kini menjadi tulang punggung keluarga. Anak-anaknya sudah berkeluarga dan memilih tinggal terpisah.

Asniah mengaku hidup sebatang kara karena suaminya telah meninggal enam tahun lalu. Sedangkan, anak-anaknya sudah berkeluarga dan memilih tinggal terpisah.

"Hidup sendiri, hidup nggak bersuami kalau ada suami mendingan ada yang ngerjain, ada yang apa. Ibu mah hanya bisa nangis doang semenjak uang ibu palid (hanyut)," katanya.

Baca juga: Usaha Korban Banjir Pandeglang Sediakan Jasa 'Ojek Tossa' untuk Cari Cuan

Selama banjir, Asniah mengaku belum menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, Asniah tetap bersyukur masih dapat bertahan hidup usai mengalami bencana ini.

"Ini bukan rekayasa, ibu bukan minta dikasih tapi yang penting ibu selamat. Mudah-mudahan hati dermawan mau membantu ibu. Ibu juga pengen punya rumah layak seperti orang lain," tuturnya.




(amw/amw)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hentikan Stigma, Menkes Pastikan Kusta Bisa Sembuh
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
India Open 2026: Putri KW Tersingkir, An Se Young Terlalu Tangguh
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Program Pertapreneur Aggregator Pertamina Tingkatkan Daya Saing UMKM
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kadin Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5 Persen
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
6 Artis Indonesia Keturunan Belgia dengan Paras Menawan
• 13 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.