Tekanan Geopolitik AS Picu Ketegangan Greenland–Iran, Eropa Mulai Siaga

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland kini menarik perhatian dunia, apalagi lagi kini situasi Iran masih diwarnai penindakan keras terhadap aksi protes. 

Merespons kondisi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar rapat darurat kabinet pertahanan di Paris pada Kamis (15/1/2026) seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/1/2026). 

Langkah Macron ini sebagai tindakan tegas menyatakan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap stabilitas keamanan global, terutama setelah perundingan antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland yang tidak menghasilkan kesepakatan.

Isu Greenland mencuat setelah Trump secara terbuka menyatakan Amerika Serikat membutuhkan Greenland, wilayah otonom milik Denmark yang kaya sumber daya alam dan memiliki posisi strategis di Arktik. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Denmark dan Greenland, yang menegaskan tidak ingin berada di bawah kendali AS.

Macron langsung menggelar rapat darurat pertahanan untuk membahas perkembangan hal tersebut. Dalam pernyataan di media sosial X, Macron menyebut Prancis telah mengirim gelombang pertama personel militer ke Greenland untuk mengikuti latihan gabungan bersama Denmark dan otoritas setempat.

“Atas permintaan Denmark, Prancis memutuskan ikut dalam latihan militer bersama di Greenland. Elemen militer pertama sudah dalam perjalanan, dan akan disusul lainnya,” ujar Macron.

Baca Juga

  • Trump Batal Serang Iran dan Tarik Pasukan, Pilih Wait and See
  • Satu Ancaman dari AS Sukses Bikin Iran Ribut
  • Greenland Memanas: Eropa Kirim Pasukan, Hubungan Denmark-AS Terancam

Pasukan Prancis yang dikirim berjumlah sekitar 15 personel, sebagian besar merupakan spesialis medan ekstrem. Selain Prancis, Jerman juga mengirim 13 personel, sementara Norwegia dan Swedia ikut berpartisipasi. Langkah ini dipandang sebagai sinyal politik bahwa Eropa bersatu mendukung Denmark dan Greenland.

Namun, pertemuan tingkat tinggi di Washington justru mempertegas perbedaan pandangan. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen mengakui tidak ada perubahan sikap dari AS.

“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Presiden Trump masih memiliki keinginan untuk menguasai Greenland,” katanya, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.

Trump sendiri kembali menegaskan sikapnya dengan alasan geopolitik. “Kami benar-benar membutuhkan Greenland. Jika kami tidak masuk, Rusia dan China akan masuk,” ujar Trump.


Iran: Ketegangan Mereda, tetapi Belum Usai

Di saat yang sama, perhatian dunia juga tertuju pada Iran. Dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran akan serangan militer AS ke Teheran sempat meningkat. Namun, Trump menyatakan rencana tersebut ditahan setelah mendapat laporan bahwa kekerasan terhadap demonstran di Iran telah berhenti.

The Guardian melaporkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pihaknya menerima informasi bahwa penindakan terhadap demonstran di Iran telah berhenti.

Meski demikian, laporan berbagai kelompok hak asasi manusia menyebut ribuan orang tewas dan ditangkap selama gelombang penindakan. Meredanya aksi protes lebih disebabkan oleh ketakutan warga, bukan karena situasi benar-benar membaik.

Iran juga berupaya meredakan tekanan internasional. Menteri Luar Negeri Iran bahkan muncul di media AS untuk menegaskan tidak ada eksekusi massal dalam waktu dekat. Namun, analis menilai langkah tersebut bersifat taktis dan sementara.

Macron: Dunia Masuki Fase Tidak Stabil

Dalam pidato terpisah kepada militer Prancis, Macron menggambarkan kondisi global saat ini sebagai fase dunia yang brutal dan tidak stabil.

Dia menyinggung munculnya kekuatan-kekuatan destabilisasi yang sebelumnya tidak diperkirakan Eropa. Meski tidak menyebut nama, pernyataannya jelas merujuk pada dinamika kebijakan luar negeri AS di bawah Trump.

Menurut Macron, Eropa harus siap menghadapi situasi di mana ketegangan bisa muncul dari berbagai arah, termasuk dari sekutu tradisional. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tayang Lebaran 2026, Film Tunggu Aku Sukses Nanti Angkat Tekanan Anak Muda
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kata Produser, Biaya Produksi Danur: The Last Chapter Bisa Bikin 3 Film Horor
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Foto: Wujud Audi R26, Siap Mengukir Sejarah di F1 Musim 2026
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi-Propaganda Asing masih wacana
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung, Wajahnya Luka Lebam
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.