Berkaca dari Kisah Aurelie Moeremans pernah Alami Child Grooming, Orang Tua Bisa Kenali Tanda-tandanya

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Istilah child grooming tengah viral di media sosial, seiring dengan nama artis Aurelie Moeremans yang mengeluarkan karya buku.

Aurelie Moeremans
Sumber :
  • YouTube/Telkomsel

Karya bukunya berjudul Memoar Broken Strings sukses mencuri perhatian. Buat Aurelie trending topik di medsos X beberapa hari terakhir.

Merangkum dari medsos, buku karya Aurelie Moeremans ini menyentuh hati banyak pembaca. Sebab menyingkap kisah masa lalunya yang penuh luka dan perjuangan. 

Aurelie menceritakan, jika dirinya pernah mengalami bullying, eksploitasi, hingga kekerasan sampai muncul istilah child grooming. Apa itu? simaklah di bawah ini. 

Selain istilah child grooming yang disoroti, ada juga kisah Aurelie dengan seorang pria bernama “Bobby” (nama samaran) disebut menjalin hubungan sama Aurelie saat berusia 15 tahun.

Atas karya buku Aurelie tersebut, banyak yang menduga-duga inisial tersebut adalah aktor Roby Tremonti. Namun hal ini belum dikonfirmasi langsung oleh artis Indonesia tersebut.

Berkaca dari Kisah Aurelie Moeremans pernah Alami Child Grooming, Orang Tua Bisa Kenali Tanda-tandanya
Sumber :
  • Instagram Aurelie

Atas istilah child grooming tersebut, mengingatkan para orang tua bisa lebih hati-hati dan menjaga pengawasan pada anak. 

Penjelasan Istilah Child Grooming 

Jika ditarik dari kisah buku ditulis oleh Aurelie yang viral di media sosial ada istilah grooming atau child grooming jadi perhatian publik. 

Berdasarkan melansir dari laman schools.vic.gov dijelaskan grooming seperti halnya pelecehan seksual yang dirancang baik oleh pelaku (predator).

Sehingga kata 'grooming' bermakna seseorang telah menyiapkan strategi untuk atur anak (korban) dalam waktu tertentu bisa melakukan pelecehan seksual. 

Sementara merangkum dari laman Halodoc, jika ciri atau tanda-tanda anak terkena child grooming, antara lain:

-Adanya komunikasi rahasia: Pelaku dan anak akan menjalin komunikasi pribadi dan rahasia dengan anak, terpisah dari pengawasan orang tua.

-Menjelekkan orang tua atau figur otoritas. Orang tua harus paham, jika pelaku mencoba merusak hubungan anak dengan orang tua atau orang dewasa lain yang berwenang.

-Menciptakan ketergantungan emosional. Selain itu, Pelaku membuat anak merasa nyaman dan bergantung pada mereka secara emosional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 17-18 Januari 2026: Jaktim hingga Bekasi Waspada Hujan Lebat
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
John Herdman Santai Saja Jika Timnas Indonesia Tanpa Pemain Diaspora di Piala AFF 2026
• 19 jam lalubola.com
thumb
Bursa Transfer Liga Italia: Alarm Bahaya untuk Juventus! McKennie Jadi Rebutan Klub Top Eropa
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Sudah Swasembada dan RI Siap Ekspor Beras, DPR Ungkap Syaratnya!
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ini Jadwal Operasional BCA (BBCA) Selama Libur Isra Mikraj 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.