Negara yang Kembali Mengingat Dirinya: Catatan Sejarah Politik Indonesia Kontemporer

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Oleh : Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Fraksi Gerindra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Sejarah politik Indonesia bergerak tidak seperti garis lurus, melainkan seperti ingatan kolektif yang kerap lupa dan sesekali sadar.

Ada masa ketika negara hadir terlalu kuat hingga menindas, dan ada masa ketika negara mengecil, menyerahkan terlalu banyak urusan publik kepada mekanisme pasar, jejaring informal, dan kekuatan yang tak pernah dipilih rakyat.

Baca Juga
  • Pakar Inggris Sebut Trump akan Menyesal Selamanya Jika Serang Iran
  • Iran: Kami Siap Perang dengan Amerika Serikat, Lebih Siap Dibandingkan Perang Sebelumnya
  • Hari Ini Malam 27 Rajab Versi NU, Baca Doa Berikut Agar Hajat-Hajat Duniawi Terpenuhi

Indonesia kontemporer berada di antara dua pengalaman itu—mencoba menghindari pengulangan, sambil meraba kembali bentuk negara yang bekerja.

Dalam lanskap seperti itulah kepemimpinan Prabowo Subianto dapat dibaca sebagai fase sejarah, bukan semata peristiwa elektoral.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Bukan karena kepemimpinan ini bebas dari kritik—sejarah selalu curiga pada kekuasaan—melainkan karena arah kebijakan yang diambil menunjukkan perubahan sikap negara terhadap perannya sendiri.

Negara tidak lagi sepenuhnya menarik diri sebagai pengatur prosedural, tetapi mulai kembali turun tangan dalam perkara-perkara dasar yang selama ini menentukan nasib rakyat kecil.

Pemutihan utang bagi petani dan nelayan adalah contoh paling konkret. Dalam sejarah ekonomi-politik Indonesia, utang bukan sekadar instrumen keuangan; ia sering berfungsi sebagai mekanisme pembekuan.

Tanah yang diagunkan, sertifikat yang tertahan, dan akses modal yang tertutup menciptakan lingkaran stagnasi sosial. Ketika negara memilih menghapus piutang macet dan membuka jalan agar jaminan itu kembali ke tangan pemiliknya, yang sedang dipulihkan bukan hanya arus kas, tetapi kapasitas hidup.

Karikatur opini: Paguyuban Mafia Tanah - (republika/daan yahya)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usung Konsep Anyar, Gerai Pertama Starbucks di Indonesia Kembali Beroperasi
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Dodit Mulyanto Berusaha Nangis saat Syuting, Keluarnya Malah Ingus
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
TBC Paling Banyak Menyerang Usia Produktif, Pinrang Siap Jadi Role Model Eliminasi TB Anak
• 5 jam lalufajar.co.id
thumb
Harga Beras Kerap Naik Setiap Pergantian Tahun, Anggota DPR Soroti Intervensi Lewat SPHP
• 10 jam lalukompas.com
thumb
BPOM Kosmetik Temukan 26 Produk Berbahaya, Warga Diminta Cek Izin Edar Sebelum Pakai
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.