BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah pengguna Commuter Line memilih memarkirkan motornya di luar area parkir resmi Stasiun Bekasi karena berbagai alasan.
Ishal Muhamad (24), salah satu pengguna jasa parkir motor di sekitar Stasiun Bekasi, mengaku lebih memilih parkir di luar stasiun karena tarifnya lebih terjangkau dibandingkan parkir resmi di dalam stasiun.
“Kalau parkir di luar itu lebih murah. Di dalam kan per jam, sementara di luar Rp 5.000 sehari. Kalau menginap paling Rp 10.000 atau Rp 15.000, tergantung tempatnya,” ujar Ishal saat ditemui Kompas.com di area Stasiun Bekasi, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Cerita Penjaga Parkir Stasiun Klender Baru: Digaji Rp 2,4 Juta, Tanggung Risiko Kerusakan
Selain faktor harga, ketersediaan lahan parkir di luar stasiun juga menjadi pertimbangan.
Menurut Ishal, area parkir resmi di dalam stasiun kerap penuh, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kalau di dalam cepat penuh. Di luar pilihannya banyak, lahannya juga gampang dicari,” kata dia.
Dari sisi pelayanan, Ishal menilai parkir di luar stasiun tidak jauh berbeda dengan parkiran pada umumnya.
Kendaraan akan dikeluarkan oleh petugas setelah pengguna menyebutkan nomor, pelat, serta ciri kendaraan.
“Pelayanannya standar saja. Sama seperti parkiran biasa,” ujarnya.
Baca juga: Kronologi 2 Pria Masturbasi di Bus TransJakarta Berujung Ditangkap Polisi
Ia juga menilai keamanan parkir di luar relatif terjamin meski pengguna dilarang mengunci setang kendaraan.
“Selama ini aman, mereka jaga terus,” kata Ishal.
Hal serupa disampaikan Antoneo (33), pengguna KRL lainnya. Ia memilih parkir di luar stasiun karena dinilai lebih cepat dan murah dibandingkan parkir resmi di dalam area stasiun.
“Harganya sekitar Rp 5.000 sampai Rp 7.000,” ujar Antoneo.
Namun, Antoneo mengakui parkir di luar stasiun memiliki keterbatasan, salah satunya jam operasional yang tidak 24 jam.
Ia pernah mengalami kendala saat pulang larut malam karena lokasi parkir sudah tutup.
“Saya pernah pulang jam setengah 12 malam, parkirannya sudah tutup. Motor terpaksa ditinggal dan baru diambil besok paginya,” ujarnya.
Baca juga: SP3 Kasus Ijazah Jokowi Terbit, Eggi Sudjana Berangkat ke Malaysia untuk Berobat
Meski demikian, Antoneo menilai parkir di dalam stasiun juga memiliki kekurangan tersendiri, terutama terkait kepastian ketersediaan lahan.
“Kalau di dalam sebenarnya dekat, tapi kita enggak tahu penuh atau enggak. Nyari tempatnya juga susah. Kalau di luar kan langsung taruh, nanti abang parkir yang ngatur,” katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




