Menteri PU: Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra Butuh 2-3 Tahun

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum (PU) menilai, proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.

Dody memperkirakan ketiga provinsi tersebut bisa pulih paling cepat dalam waktu 2 tahun, namun secara realistis pemerintah menyiapkan rencana pemulihan hingga 3 tahun ke depan.

“Paling cepat (pulih) 2 tahun. Itu paling cepat. Tapi di dalam proposal rencana kita ke Bappenas, kita bikin 3 tahun,” kata Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, saat dilansir dari Antara, pada Jumat (26/1/2026).

Lamanya waktu pemulihan, kara Dody, dipengaruhi oleh beragam pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari sektor jalan dan jembatan hingga sumber daya air, karena sejumlah proyek fisik membutuhkan waktu lebih panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat.

Dody mencontohkan pembangunan sabo dam, cekdam (check dam) yang memerlukan proses bertahap, penanganan ruas Tarutung-Sibolga yang juga memakan waktu, hingga pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua tahun.

“Jadi ada beberapa pekerjaan fisik yang memang tidak bisa cepat (selesai),” ujarnya.

Dody mengatakan bahwa prioritas awal Pemerintah saat ini adalah memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan normal dengan membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi.

“Pokoknya dia (desa) tidak boleh terisolir. Itu dulu yang saya kejar,” tambah Dody.

Seiring rampungnya perbaikan jalan dan jembatan nasional, Dody memastikan tidak ada lagi kabupaten maupun kota yang terisolasi. Kepastian itu disampaikan berdasarkan pembaruan kondisi hari ke-52 setelah bencana.

Ia juga melaporkan seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi secara fungsional. Tercatat ada 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sempat terputus, namun kini seluruhnya sudah dapat dilalui, meski sebagian masih bersifat sementara.

Meski demikian, tantangan besar masih terjadi di tingkat daerah. “Sekarang kita fokus kepada kecamatan dan desa karena masih ada sekitar hampir 2.000-an jalan, jembatan daerah yang masih putus,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, secara keseluruhan infrastruktur daerah yang terdampak bencana mencapai 2.710 unit, terdiri dari sekitar 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah.

Hingga saat ini, jalan daerah yang sudah kembali berfungsi secara fungsional diperkirakan mencapai 72 persen. Sementara, jembatan daerah yang telah tertangani masih sangat terbatas, baru sekitar 12 persen.(ant/ris/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Hentikan Penerbitan Visa Imigran 75 Negara, Termasuk Rusia dan Tetangga RI
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Viral Video Bus Trans Jatim Dilempar Batu di Gresik, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Polres Jakpus Amankan Empat Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Kemayoran, Puluhan Botol Miras-Senjata Tajam Disita
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Diva Azzura Pamer Cincin, Isyarat Dilamar Na Daehoon?
• 3 jam laluinsertlive.com
thumb
LPH KKP Resmi Beroperasi, Percepat Sertifikasi Halal Produk Kelautan dan Perikanan Nasional
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.