Pantau - Duta Besar Rusia untuk Kopenhagen menyatakan bahwa Greenland dan Denmark telah membentuk front persatuan dalam menghadapi potensi ancaman dari Amerika Serikat yang disebut-sebut ingin mengambil alih pulau Greenland di kawasan Arktik.
Pernyataan ini disampaikan oleh duta besar Rusia dalam wawancara bersama kantor berita pemerintah Rusia, Tass, yang disiarkan pada Jumat, 12 Januari 2026.
"Dalam menghadapi ancaman dari Amerika Serikat terkait kemungkinan pengambilalihan pulau ini, tanpa mengecualikan penggunaan kekuatan, kita melihat penyatuan Greenland dan Denmark dalam menentang niat Amerika tersebut," ungkapnya.
Pertemuan Tingkat Tinggi di WashingtonDuta Besar Rusia, Vladimir Barbin, mengacu pada pertemuan diplomatik yang digelar pada 14 Januari di Washington.
Pertemuan itu mempertemukan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Barbin, delegasi Denmark dan Greenland berbicara dengan satu suara dalam membela keutuhan wilayah Kerajaan Denmark dan hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri.
Hal ini terjadi dalam konteks diskusi terkait kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan Arktik yang kini semakin diperebutkan oleh berbagai negara besar.
Penegasan Kedaulatan dan Penolakan Proposal ASBarbin menegaskan bahwa keputusan mengenai masa depan Greenland sepenuhnya merupakan urusan internal antara Greenland dan Denmark.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah Denmark telah mengirimkan pernyataan resmi kepada pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut berisi penolakan terhadap segala upaya dari pihak AS yang berusaha memengaruhi proses domestik terkait masa depan Greenland.
Greenland sendiri merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark yang memiliki posisi strategis dan kekayaan sumber daya mineral yang melimpah.
Ketertarikan Amerika terhadap Greenland bukan hal baru.
Mantan Presiden AS Donald Trump diketahui pernah mengutarakan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Rusia dan China di sekitar kawasan tersebut, serta sempat menyatakan niat untuk membeli Greenland.
Namun, baik Denmark maupun pemerintah Greenland telah menolak secara tegas segala bentuk proposal penjualan wilayah tersebut dan kembali menegaskan kedaulatan penuh Denmark atas Greenland.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475287/original/059802500_1768562929-persija_paruh_musim-2.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F19%2Ff0aa49bf1ace815b02c5419d49e9fb70-20250919TOK28.jpg)

