- Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh kepada Sasakawa Foundation dalam upaya eliminasi penyakit kusta di Indonesia.
- Yohei Sasakawa dan Presiden Prabowo bertemu di Hambalang, Bogor pada 16 Januari 2026 membahas stigma kusta.
- Arnold Saputra akan membantu Sasakawa Foundation menyebarkan edukasi daring mengenai kusta kepada generasi muda Indonesia.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberi dukungan penuh terhadap Sasakawa Foudation yang berkomitmen membantu Indonesia menghilangkan penyakit kusta.
Hal ini disampakan Duta Besar Kehormatan WHO untuk Pemberantasan Kusta yang juga Ketua Nippon Foundation; Yohei Sasakawa usai bertemu dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jumat, 16 Januari 2026.
"Beliau telah menunjukkan dukungan penuh kepada kami untuk melaksanakan berbagai kegiatan guna mengeliminasi penyakit ini," kata Yohei Sasakawa dalam konferensi persnya di Hotel Kempinski, Jakarta.
Yohei lebih jauh menuturkan bahwa masyarakat Indonesia masih mengalami misinformasi terkait penanganan penyakit kusta. Ia tak memungkiri jika penderita atau bahkan penyintas kusta kerap mendapat stigma negatif di tengah masyarakat.
"Ketika menyangkut penghapusan diskriminasi atau stigma, dukungan nasional secara menyeluruh sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak lagi mendiskriminasi mereka. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu pendekatan dimana kami meminta dukungan penuh dari Presiden," kata Yohei.
Dalam kesempatan yang sama, Influencer Arnold Saputra mengajut tertarik untuk membantu Sasakawa Foundation dalam melakukan pendekatan ke generasi muda terkait penanganan kusta.
Arnold akan berkontribusi untuk menyuarakan upaya penyembuhan kusta, dan menyampaikan pesan ke masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita kusta.
"Jadi langkah pertama itu online educationnya dari social media, saya dan beberapa teman-teman dan tokoh-tokoh online yang lain untuk menginfokan kalau kusta itu gak seperti yang kita semua pikir," kata Arnold.
"Jadi sebenarnya (kusta,Red) ga gampang ketularan dan obat-obatnya Sasakawa san dan timnya sudah sediakan ke Indonesia itu semuanya gratis," tukasnya.
Baca Juga: Menuju Zero Kusta, WHO Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi



