Materi Stand Up Comedy Dinilai Menistakan Agama, FPI Akan Polisikan Pandji Pragiwaksono

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Front Persaudaraan Islam (FPI) menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi salat yang dibawakan dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea. FPI menilai materi tersebut mengandung unsur penistaan agama, khususnya terhadap ajaran salat dalam Islam.

Imam Pusat DPP FPI, Ahmad Qurthuby Jaelani, menegaskan bahwa salat merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam yang tidak boleh dijadikan bahan olok-olok atau candaan di ruang publik.

“Tidak boleh menodai, meremehkan, apalagi memperolok Allah, ayat-ayat Allah, dan syiar-syiar-Nya. Terlebih lagi salat, karena salat adalah fondasi dalam agama Islam,” kata Ahmad, Kamis (15/1/2026).

Menurut Ahmad, siapapun, dari latar belakang dan kelompok apapun, tidak dibenarkan merendahkan ajaran agama. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki aturan hukum yang melindungi nilai-nilai keagamaan.

Ahmad juga mengingatkan agar aparat penegak hukum bertindak cepat dalam menangani laporan dugaan penistaan agama, agar tidak memicu polemik berkepanjangan di masyarakat.

“Jangan sampai terulang kejadian seperti September 2016, yang berujung pada aksi besar karena penanganan yang lambat. Kalau ditangani sejak awal, insyaallah tidak akan membesar,” ujarnya.

Ia memastikan, pimpinan pusat FPI telah mengeluarkan surat pernyataan sikap resmi pada 12 Januari 2026, yang memuat 15 poin sikap organisasi, termasuk keputusan untuk melaporkan Pandji Pragiwaksono ke aparat penegak hukum.

Surat tersebut, kata Ahmad, disusun setelah FPI melakukan kajian dari perspektif ajaran Islam dan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Siapapun yang menistakan agama, kami akan berada di garda terdepan untuk mengawal proses hukumnya,” tegasnya.

FPI mempersoalkan sejumlah penggalan materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan Mens Rea. Beberapa di antaranya menyinggung pilihan pemimpin berdasarkan ibadah salat, serta analogi salat dengan situasi di dalam pesawat.

Beberapa penggalan yang dikritik FPI antara lain:

Menurut FPI, materi tersebut memberi kesan bahwa salat tidak penting dalam menilai kebaikan seseorang, khususnya dalam konteks kepemimpinan.

Padahal, Ahmad menegaskan, dalam Islam kesalehan ibadah merupakan salah satu syarat penting kepemimpinan, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, sunnah Nabi Muhammad SAW, dan ijma’ ulama, meskipun tetap harus disertai dengan kompetensi dan kemampuan lainnya.

Selain itu, FPI juga mengkritik penyampaian Pandji terkait salat sunnah safar. Ahmad menyebut, tidak ada tuntunan melaksanakan salat safar di atas pesawat akibat turbulensi, sebagaimana disampaikan dalam materi komedi tersebut.

“Salat safar dilakukan sebelum atau dalam perjalanan sesuai tuntunan, bukan karena turbulensi di pesawat. Ini keliru secara fikih,” jelasnya.

Ia menambahkan, FPI memiliki tim hukum internal yang akan menangani proses pelaporan secara resmi.

15 Poin Sikap FPI

Dalam pernyataan sikapnya, FPI pada prinsipnya menyatakan:

FPI juga menyerukan umat Islam untuk peka terhadap dugaan penistaan agama, meskipun dibungkus dalam kritik sosial atau politik.

FPI memastikan langkah hukum akan ditempuh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pandji Pragiwaksono terkait rencana pelaporan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peringati Isra’ Mi’raj, Menag Tekankan Masjid sebagai Jalan Perubahan Umat
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Iran Mencekam: Ledakan di Teheran, Jet Tempur AS Mengepung, Elit Rezim Kabur Bawa Miliaran Dolar
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Seskab Teddy Terima Ketua Kadin, Bahas Program MBG hingga Kunjungan Prabowo ke Inggris
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Timnas Belanda diyakini bisa buat kejutan di Piala Dunia 2026
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Outfit Liburan Ala Go Yoon Jung
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.