Kimberly Ryder Diserang Netizen Setelah Viral Broken Strings, Aurelie Moeremans Redam Polemik

eranasional.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Perilisan buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans tidak hanya menjadi ruang pengakuan atas trauma masa lalu yang pernah ia alami, tetapi juga memicu gelombang reaksi publik yang menyeret sejumlah nama figur publik ke dalam pusaran perbincangan.

Salah satu nama yang paling disorot adalah Kimberly Ryder, yang belakangan menjadi sasaran hujatan warganet. Hal ini terjadi setelah publik berspekulasi bahwa Kimberly merupakan sosok di balik nama samaran “Kelly” yang muncul dalam narasi buku tersebut.

Dalam Broken Strings, Kelly digambarkan sebagai figur yang berada di lingkaran dekat seorang pria bernama samaran “Boby”, sosok yang disebut melakukan manipulasi dan grooming terhadap Aurelie ketika mereka masih berusia remaja. Narasi tersebut kemudian ditafsirkan warganet sebagai petunjuk terhadap identitas asli Kelly.

Meski Aurelie tidak pernah menyebutkan identitas nyata tokoh tersebut secara eksplisit, spekulasi yang berkembang dengan cepat di media sosial membuat kolom komentar akun Kimberly Ryder dibanjiri tudingan. Ia dianggap ikut berperan dalam memperburuk situasi yang dialami Aurelie di masa lalu.

Di tengah derasnya reaksi publik, Aurelie akhirnya angkat bicara untuk meluruskan situasi. Melalui siaran dan unggahan di akun Instagram pribadinya, @aurelie, ia menyampaikan klarifikasi sekaligus perkembangan terbaru yang mengejutkan.

Aurelie mengungkapkan bahwa sosok asli di balik nama Kelly telah menghubunginya secara langsung setelah buku Broken Strings menjadi perbincangan luas.

“Update: Tokoh ‘Kelly’ menghubungiku dan meminta maaf,” tulis Aurelie dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya Aurelie untuk menghentikan asumsi liar dan serangan yang terlanjur mengarah pada pihak-pihak tertentu.

Lebih lanjut, Aurelie menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di masa lalu bukanlah hasil dari niat jahat atau konspirasi yang disengaja. Ia menyadari bahwa saat itu, baik dirinya maupun Kelly, masih berada dalam usia yang sangat muda dan belum memiliki pemahaman yang matang tentang situasi manipulatif yang sedang mereka hadapi.

“Ternyata memang tidak pernah ada niat jahat. Semua terjadi karena kepolosan kami saat itu. Kami sama-sama masih remaja,” ungkap Aurelie.

Ia juga mengaku tidak menyangka bahwa orang yang ia tulis dalam bukunya akan membaca Broken Strings dan kemudian menghubunginya secara langsung.

Aurelie menekankan bahwa ia tidak memiliki dendam personal terhadap sosok tersebut. Baginya, menuliskan pengalaman pahit dalam buku bukan bertujuan untuk membuka luka lama atau menjatuhkan orang lain, melainkan sebagai proses penyembuhan diri.

Ia pun memastikan bahwa hubungannya dengan Kelly kini berada dalam kondisi baik, setelah komunikasi dan permintaan maaf tersebut terjadi.

“Sebenarnya aku sudah memaafkan sejak lama. Tapi aku bersyukur akhirnya masa itu bisa terselesaikan dengan baik dan jelas,” ujarnya.

Aurelie berharap publik dapat memahami konteks masa dan usia saat kejadian itu berlangsung, serta tidak terus-menerus menyerang orang lain atas kesalahan atau ketidaktahuan di masa remaja.

Melalui klarifikasinya, Aurelie secara tidak langsung juga mengingatkan bahaya persekusi digital dan penghakiman sepihak di media sosial. Ia menilai, empati dan kehati-hatian penting dijaga, terutama ketika membahas isu sensitif yang menyangkut trauma dan masa lalu seseorang.

Hingga kini, Aurelie belum pernah mengonfirmasi ataupun membantah secara langsung spekulasi mengenai identitas Kelly yang dikaitkan dengan Kimberly Ryder. Namun, pernyataannya tersebut menjadi penegasan bahwa ia tidak menginginkan polemik ini berkembang menjadi serangan personal terhadap siapa pun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Optimalkan Kanal Kawal Haji untuk Tangani Pengaduan Jamaah Secara Cepat dan Resmi
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Rosenior Bicarakan Rencana Transfer Chelsea
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Interactive Brokers Memungkinkan Pendanaan Akun 7x24 Jam dengan Stablecoin
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Aneksasi Greenland: Ambisi Trump dan Strategi Geopolitik Amerika di Kutub Utara
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
India Open 2026: Jonatan Christie Tantang Kunlavut Lagi di Semifinal 
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.