Komdigi Ungkap Faktor Penyebab Kebocoran Data: Sistem Usang-Human Error

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar menyampaikan, insiden kebocoran data dan serangan siber di Indonesia didominasi persoalan teknis yang mendasar. Persoalan teknis itu mulai dari penggunaan sistem elektronik yang sudah usang hingga faktor kelalaian manusia atau human error.

Alex menjelaskan, banyak sistem digital dibangun dengan arsitektur lama dan tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala. Kondisi tersebut membuat sistem menjadi rentan dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.

Baca juga: Milyaran Data Warga Tersebar, Bamsoet Desak Pemerintah Perkuat UU PDP

Selain itu, disiplin keamanan informasi di tingkat pengguna juga dinilai masih lemah. Hal ini terlihat dari pengelolaan kata sandi, konfigurasi sistem, hingga tata kelola akses yang belum optimal.

"Solusi teknologi keamanan sebenarnya tersedia, namun efektivitasnya sering terhambat oleh penerapan dan pengelolaan yang belum optimal," kata Alex kepada wartawan, Sabtu (17/1/2025).

Menurut Alex, peran human error dan serangan murni dari peretas sulit dipisahkan. Dia menilai banyak kebocoran data terjadi bukan semata karena kecanggihan teknik pelaku, melainkan akibat celah internal, seperti salah konfigurasi sistem, keberhasilan serangan phishing, hingga pengelolaan hak akses yang tidak disiplin.

Alex juga menyoroti kebocoran data yang terjadi pada instansi dengan anggaran teknologi informasi (IT) besar. Ia menegaskan, besarnya anggaran tidak otomatis menjamin keamanan yang tinggi.

Dia menjelaskan, instansi berskala besar biasanya memiliki ekosistem sistem yang kompleks, melibatkan banyak aplikasi, vendor, integrasi lintas platform, serta pengguna dengan kewenangan berbeda-beda. Kompleksitas ini meningkatkan potensi kesalahan dan celah pengamanan jika tidak diimbangi dengan tata kelola keamanan yang kuat dan terintegrasi.

Alexander menyebut kualitas serangan siber di Indonesia terus meningkat. Serangan tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga semakin terarah dan canggih. Pola serangan seperti ransomware yang menyasar infrastruktur penting, serta teknik rekayasa sosial yang kian sulit dikenali, kini menjadi ancaman serius.

"Serangan tidak lagi bersifat acak, melainkan dirancang sesuai karakteristik target, termasuk instansi pemerintah dan sektor-sektor strategis," jelasnya.

Baca juga: Lindungi Anak-anak, Anggota Baleg F-NasDem Dukung RUU Perlindungan Siber

Lebih lanjut, Alex menekankan kebocoran data juga kerap dipicu lemahnya pengawasan terhadap akses internal. Praktik pemberian hak akses berlebihan, minimnya pencatatan dan audit log, serta kurangnya pemantauan aktivitas pengguna internal membuat data rentan disalahgunakan tanpa terdeteksi.

Menanggapi efektivitas Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), Alex mengatakan meningkatnya laporan kebocoran data pascapemberlakuan UU tersebut tidak bisa langsung dimaknai sebagai kegagalan regulasi. Sebaliknya, hal itu menunjukkan meningkatnya kesadaran publik, kewajiban pelaporan, serta perhatian terhadap isu pelindungan data pribadi.

Tantangan utama saat ini, kata Alex, berada pada tahap implementasi, mulai dari kesiapan pengendali dan prosesor data, penguatan fungsi pengawasan, hingga konsistensi penegakan hukum.

"Dengan penguatan regulasi turunan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta kepatuhan lintas sektor, efektivitas UU PDP diharapkan semakin nyata dalam jangka menengah dan panjang," pungkasnya.




(dek/dek)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fajar Fathur Rahman Setelah Teken Kontrak 3,5 Musim dengan Persija: Insyaallah Tahun Ini Bisa Juara
• 19 jam lalubola.com
thumb
Kronologi 2 Pria Lakukan Perbuatan Asusila di Bus Transjakarta Berujung Ditangkap Polisi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Anggaran MBG Rp 335 Triliun pada 2026, Ekonom Menilai Cukup Rp 8 Triliun
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
28 Jurusan SIPSS 2026 Dibuka Lulusan D4-S2, Peluang Jadi Perwira Polisi
• 19 jam laludisway.id
thumb
Menjemput Kearifan di Balik Riuh Desa: Catatan Perjalanan IMPACT 2026 SMP Islam Athirah Bone
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.