Investasi 2025 Tembus Rp1.931 Triliun, Buruh Serukan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai lonjakan investasi belum berbanding lurus dengan hak-hak para pekerja.

Investasi 2025 Tembus Rp1.931 Triliun, Buruh Serukan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai lonjakan investasi belum berbanding lurus dengan hak-hak para pekerja.

Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 menembus angka Rp1.931 triliun.

Baca Juga:
Pesan Prabowo ke Murid Sekolah Rakyat: Jangan Malu Orang Tuamu Buruh, Cium Kakinya

Ketua ASPIRASI, Mirah Sumirat, mengungkap peningkatan investasi memang memberikan sinyal baik, terutama dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Namun, besarnya nilai investasi tersebut belum berdampak pada perlindungan dan kesejahteraan buruh.

"Angka besar investasi belum otomatis berbanding lurus dengan jaminan keamanan dan kesejahteraan pekerja," kata Mirah saat dihubungi IDX Channel pada Jumat (16/1/2026).

Baca Juga:
Buruh Protes UMP 2026, Ketum Kadin Tekankan Pentingnya Jaga Daya Saing dan Lapangan Kerja

Ia menyoroti masih maraknya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai sektor, meskipun investasi terus meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum sepenuhnya berkualitas dan belum berorientasi pada penciptaan serta perlindungan lapangan kerja.

"Faktanya, di saat investasi terus meningkat, bayang-bayang PHK massal masih menghantui buruh di berbagai sektor. Ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum sepenuhnya berkualitas dan berorientasi pada penciptaan serta perlindungan lapangan kerja," ujarnya.

Baca Juga:
Pramono Tolak Usul Buruh Terkait Subsidi Upah Rp200 Ribu, UMP Jakarta Tetap Rp5,72 Juta

Mirah menegaskan bahwa investasi seharusnya tidak hanya diukur dari besaran nilai rupiah, tetapi juga dari kemampuannya menyerap tenaga kerja, menjaga keberlanjutan usaha, mematuhi norma ketenagakerjaan, serta melindungi hak-hak buruh.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dan memastikan investasi yang masuk bersifat ramah pekerja. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan peningkatan investasi justru berjalan beriringan dengan PHK massal.

"Bagi kami, investasi yang ideal adalah investasi yang menumbuhkan ekonomi sekaligus menjamin rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, bukan sebaliknya," tutur Mirah. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Astronom Berhasil Petakan 3D Exoplanet WASP-18b, Terobosan Baru Penelitian Luar Angkasa
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dua Tersangka Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi SP3, Polisi Pastikan Proses Hukum Tersangka Lain Berjalan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Siklon Tropis Kepung RI, BMKG Peringatkan Wilayah Ini
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramai Pengendara Lawan Arah di Lebak Bulus, Bikin Macet-Rawan Kecelakaan
• 37 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.