Terbongkarnya Lokasi Produksi Narkotika Otomidate di Jakarta

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Bea Cukai berhasil membongkar praktik produksi dan peredaran narkotika jenis etomidate yang dikemas dalam cartridge vape di sebuah apartemen di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (15/1). Enam ribu cartridges yang belum diisi dan cairan etomidate sebanyak hampir 5 liter disita dari lokasi kejadian, di mana kedua tersangka yang ditangkap merupakan warga negara asing (WNA).

Pengungkapan ini membuka fakta bahaya serius penyalahgunaan etomidate, zat yang memasuki narkotika Golongan II dan bekerja langsung menekan sistem saraf pusat, berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, ketergantungan, kerusakan organ, hingga kematian. Dampak ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama kalangan muda yang ditengarai menjadi target peredarannya.

Berikut rangkumannya.

BNN Bongkar Produksi Etomidate di Apartemen Sudirman, 2 WNA Ditangkap

Badan Narkotika Nasional RI bersama Bea Cukai mengungkap praktik produksi dan pengemasan narkotika etomidate berbentuk cairan yang akan dikemas dalam cartridge vape di sebuah apartemen kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Dari operasi ini, dua WNA berinisial MK dan TKG ditangkap sementara pengendali jaringan dengan inisial A masih diburu.

Dalam penyelidikan, tim mengikuti seorang tersangka dari Bandara Soekarno-Hatta yang membawa koper dan ransel, lalu berhasil menggiring pergerakan pelaku ke lokasi apartemen.

Petugas menemukan ribuan cartridge dan cairan etomidate di dapur apartemen. Cairan ini akan disuntikkan ke cartridge dengan takaran tertentu sebelum didistribusikan.

“Kurang lebih satu minggu, tim BNN maupun tim Bea Cukai melakukan penyelidikan yang kita duga ada seseorang membawa sebuah koper dan ransel. Yang kemarin tepatnya, hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, kita ikuti dari bandara Soetta,” kata Direktur Psikotropika dan Prekusor Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat, di lokasi, Jumat (16/1).

BNN Ungkap Bahaya Etomidate: Menekan Saraf Otak hingga Picu Kematian

BNN RI menjelaskan dampak serius penyalahgunaan etomidate yang belakangan dikemas dalam bentuk vape atau rokok elektrik. Zat ini dinilai sangat berbahaya karena bekerja langsung menekan sistem saraf pusat.

Aldrin menegaskan bahwa etomidate merupakan narkotika Golongan II yang penggunaan medisnya sangat terbatas.

Menurut Aldrin, efeknya bisa berupa anestesi, gangguan pernapasan, potensi ketergantungan, kejang, hingga koma. Bila digunakan berkepanjangan, penyalahgunaan ini dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal, bahkan kematian.

“Kalau ini digunakan karena ketagihan tadi berkepanjangan, akan mengakibatkan kerusakan organ jangka panjang seperti hati, ginjal, bahkan sampai kematian,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Speed Boat Terbalik di Mamberamo, Tiga Meninggal
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Arema FC Lepas Punggawa Asingnya Ian Puleio
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Resmi! Manchester City Amankan Marc Guehi dari Crystal Palace, Nilai Transfer Rp452 Miliar
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Danantara Tampil di WEF 2026, Sinyal Positif bagi Arah Baru Ekonomi Indonesia
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Real Madrid Semakin Kacau, Ribuan Fans Kompak Pasang Banner Tuntutan agar Florentino Perez Mundur
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.