Pertama Kalinya China Akui Chengdu J-10CE Kalahkan Jet Tempur Rafale India

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China akhirnya secara resmi bersuara menyikapi perang antara India versus Pakistan pada Mei 2025. Administrasi Negara untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional China (SASTIND) pada 12 Januari 2025, mengkonfirmasi jet tempur Chengdu J-10CE yang merupakan varian ekspor meraih kemenangan tempur pertamanya melawat India.

SASTIND menyatakan, jet tempur generasi 4,5 produksi Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG) tersebut berhasil menembak jatuh beberapa pesawat musuh dalam pertempuran udara tanpa mengalami kerugian. Organisasi tersebut juga menggambarkan operasi tersebut sebagai hasil tempur pertama J-10CE yang dikonfirmasi.

Baca Juga
  • Bagian Pinjaman, Pakistan Tawarkan Jet JF-17 Thunder ke Arab Saudi
  • Indonesia Dilaporkan Tertarik Akuisisi 40 Unit Jet Tempur JF-17 Thunder dari Pakistan
  • Lawatan ke Islamabad, Sjafrie Bertemu Menteri Produksi Pertahanan Hingga KSAU Pakistan

Menurut pengumuman tersebut, pertempuran terjadi pada pertengahan Mei selama operasi luar negeri yang melibatkan varian ekspor. Pernyataan tersebut mengatakan, J-10CE "menembak jatuh beberapa pesawat musuh dalam kondisi pertempuran nyata tanpa mengalami kerugian," menekankan peristiwa tersebut sebagai tonggak sejarah bagi program jet tempur China yang dipasok dari luar negeri.

Seperti yang dicatat oleh otoritas China, J-10CE adalah pesawat tempur multiperan bermesin tunggal segala cuaca yang dikembangkan di dalam negeri. SASTIND menyampaikan, sektor penerbangan China berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, memperkuat kehadirannya baik dalam ekspor kedirgantaraan sipil maupun militer.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ditambahkan dalam informasi tersebut, J-10CE telah menjadi bagian dari jajaran pesawat buatan China yang lebih luas yang telah mendapatkan pesanan di pasar domestik dan internasional. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa keberhasilan pesawat tempur tersebut di luar negeri menunjukkan, teknologi penerbangan China "praktis, andal, dan kompetitif."

Dikutip dari Defence Blog, lembaga tersebut juga menjelaskan, rekam jejak pertempuran jet tempur akan mendukung adopsi platform China yang lebih luas oleh pelanggan asing. Pasalnya, hal itu mencerminkan kemajuan dalam kemampuan manufaktur kedirgantaraan China pada era modern.

Konfirmasi dari SASTIND memberikan pengakuan publik pertama dari Beijing bahwa model ekspor tersebut telah digunakan dalam pertempuran nyata dan mencapai hasil. Sebelumnya, informasi tentang keterlibatan tersebut terbatas pada pernyataan pemerintah Pakistan dan liputan media lokal. Pengumuman Beijing menawarkan penjelasan yang jelas tentang keterlibatan pesawat dan hasil pertempuran udara tersebut.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Saddil Ramdani Belum Gabung Latihan, Begini Kata Bojan Hodak
• 5 jam lalubola.com
thumb
TNI AD dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Burlah Aceh
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Tim SAR Telusuri Temuan Puing Diduga Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Wardatina Mawa Ajukan Dua Syarat ke Insanul Fahmi saat Bertemu Langsung
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Medali Nobel Machado ke Trump, Ini Penjelasan Komite Nobel
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.