TEHERAN – Jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sekaligus anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan ancaman langsung terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Trump mengatakan bahwa tangannya sedang berada di pelatuk. Kami akan memotong tangan dan jarinya,” ujar Rezaei dalam sebuah pernyataan yang ditujukan langsung kepada Presiden AS tersebut, melansir Iran International, Sabtu (7/1/2026).
Rezaei menambahkan, Iran tidak akan lagi menerima gencatan senjata jika diserang. “Jika kami bergerak maju, tidak akan ada lagi pembicaraan mengenai gencatan senjata,” tegasnya.
“Anda tidak memperhatikan penahanan diri dan kesabaran strategis yang telah kami tunjukkan. Berhentilah sekarang juga. Mundurlah, jika tidak, tak satu pun pangkalan Anda di kawasan ini akan aman,” katanya.
(Arief Setyadi )

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475309/original/013910700_1768565071-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_18.22.16.jpeg)

