Pemimpin Oposisi Uganda, Bobi Wine dilaporkan ditangkap secara paksa oleh militer Uganda pada Jumat (16/1), sehari setelah pemilu yang dinodai dengan kekerasan itu.
Wine adalah lawan politik utama dari Petahana Presiden Yoweri Museveni, yang ingin memperpanjang masa jabatannya selama empat tahun. Namun, jelang pemilu, terjadi represi dan pemadaman internet di Uganda.
Pada Jumat perang, akun X partai National Unity Platform (NUP)--partai Wine melaporkan peristiwa penangkapan itu.
"Sebuah helikopter militer Uganda mendarat di dekat rumahnya, lalu menangkapnya secara paksa dan membawanya ke lokasi yang belum diketahui," ucap NUP, dilansir AFP.
Pada proses itu, para pengawal pribadi Wine mendapat perlakuan keras.
Jurnalis AFP di lapangan juga melaporkan, ada polisi di jalanan menuju rumahnya. Lalu mereka menutup jalanan dengan pembatas, dan berpatroli di sekitar rumah Wine.
Kecuali dari akun X resmi NUP, sejumlah politisi partai juga belum bisa dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
Pada hasil sementara pemilu Uganda, Museveni masih memimpin dengan 73.7 persen suara berbanding dengan Wine yang hanya memperoleh 22.7 persen suara dengan total suara masuk 81 persen.
Komisi Pemilu Uganda akan menyampaikan hasil akhirnya pada Sabtu (17/1), pukul 13.00 GMT, atau 20.00 WIB.
Wine sendiri merupakan nama panggung dari Robert Kyagulanyi. Ia merupakan penyanyi Uganda, yang disebut-sebut sebagai 'Ghetto President', karena tumbuh besar di kawasan kumuh Kampala.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4966732/original/007816300_1728655775-Kombes_Pol._Ariasandy.jpeg)