REPUBLIKA.CO.ID, KONAWE -- Pekerja mengoperasikan alat berat di Smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memangkas produksi nikel menjadi 250–260 juta ton pada 2026 atau turun dari target produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025 sebanyak 379 juta ton.
Baca Juga
- Kuota Produksi Dipangkas, Vale Jamin Pasokan Nikel untuk Smelter Tetap Aman
- Lembaga PBB Ungkap Peran IWIP Bagi Industri Nikel Global
Pemangkasan kuota tersebut menyesuaikan dengan permintaan dari pabrik pengolahan atau smelter yang beroperasi di dalam negeri.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : Antara Foto
Advertisement


