India Open 2026 Banyak Masalah, BWF Buka Suara

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah atlet merasakan masalah di India Open 2026. Dari faktor polusi New Delhi yang bahkan membikin pemain mundur hingga masalah kebersihan di lapangan. Hal ini pun mendapat perhatian BWF.

Beberapa atlet mengeluhkan soal adanya kotoran burung di lapangan. Atlet luar negeri dan pebulu tangkis Indonesia juga merasakan pengalaman tidak enak berupa ketiadaan alat pemanas di cuaca musim dingin seperti sekarang.

Bahkan, beredar video monyet masuk sampai kursi tribune dan itu tidak dibantah oleh pihak Badminton Association of India (BAI). Atas segala keluhan di turnamen level Super 750 ini, BWF pun buka suara.

BWF mengaku telah berinteraksi dengan para pemain dan tidak membantah terkait masalah-masalah yang terjadi. Akan tetapi, mereka juga meyakini bahwa venue tahun ini lebih baik dari yang sebelumnya.

"Mengelola faktor-faktor yang sebagian besar terkait dengan kondisi musiman, seperti kabut dan cuaca dingin yang memengaruhi kualitas udara dan suhu di dalam tempat pertandingan, telah menimbulkan tantangan minggu ini. Namun, penilaian kami menegaskan bahwa Indira Gandhi Sports Complex merupakan peningkatan signifikan dari Stadion KD Jadhav, menawarkan infrastruktur yang lebih baik,” kata BWF.

“Meskipun beberapa area implementasi, termasuk kebersihan dan sanitasi umum, serta pengendalian hewan, memerlukan perhatian, BAI telah bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini. Para pemain juga telah mencatat peningkatan positif pada permukaan dan lantai lapangan, gimnasium, dan fasilitas medis,” tambahnya.

Pada Agustus nanti, India juga akan menggelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. BWF sejauh ini tidak menyatakan bahwa venue atau status tuan rumah akan diganti karena sejumlah masalah yang terjadi di India Open.

"Perpindahan ke Indira Gandhi Sports Complex memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet dan ofisial serta memenuhi persyaratan Lapangan Permainan BWF untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia BWF," demikian pernyataan BWF.

Sebelumnya, Anders Antonsen mundur karena tidak mau terpapar polusi di India. Atlet Denmark itu bahkan rela didenda BWF.

"Karena polusi ekstrem saat ini, saya gak berpikir New Delhi bisa jadi tuan rumah turnamen bulu tangkis. Semoga di musim panas akan lebih baik saat Kejuaraan Dunia. Akibatnya saya didenda USD 5.000 (sekitar Rp 84,5 juta) oleh BWF," tuturnya.

Ratchanok Intanon (Thailand), Michelle Li (Kanada), Putri KW, dan Jonatan Christie kompak mengeluhkan ketiadaan alat pemanas di venue. Bahkan, Putri merasa penglihatannya di lapangan agak samar seperti ada kabut. Di sisi lain, tangan Jonatan sampai terluka karena terlalu banyak pemanasan untuk atasi cuaca dingin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Eks Brimob Jadi Tentara Rusia: Terbang dari Jakarta ke Shanghai
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Raja Salman Sempat Masuk Rumah Sakit, Ada Apa?
• 2 jam laludetik.com
thumb
Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat usai Desersi dan Gabung Tentara Bayaran Rusia
• 6 menit lalukatadata.co.id
thumb
Bukan Sekadar Juara Super League: Alasan Persib Bandung Mati-matian Datangkan Pemain Naturalisasi Demi Tembus Empat Besar ACL 2
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Kemenkes Telah Terbitkan 156 Izin Prodi Kedokteran Spesialis Baru
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.