Broken Strings Viral! Aurelie Moeremans Minta Publik Jangan Bully Karakter-karakter yang Ada di Bukunya: Tolong Jangan Bully

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Artis Aurelie Moeremans minta publik tak membully karakter-karakter yang ada di buku Broken Strings. Apalagi, jika karakter itu masih sebatas asumsi atau tebakan dari netizen.

Seperti diketahui, belum lama ini Aurelie Moeremans merilis buku memoar berjudul Broken Strings. Buku itu berisi pengalaman pahit Aurelie saat dirinya terjebak dalam hubungan toxic, manipulatif hingga mengalami child grooming di usia 15 tahun.

Di buku itu, Aurelie menceritakan secara detail soal aksi pelaku yang melakukan grooming pada dirnya. Tak hanya itu, ia juga menceritakan beberapa karakter yang membantu pelaku dan membantu dirinya keluar dari hubungan tersebut.

Buku Broken Strings viral, baru-baru ini Aurelie Moeremans minta publik jangan bully karakter-karakter yang ada di bukunya. Apalagi, jika karakter itu masih sebatas asumsi.

Pasalnya, belakangan ini banyak netizen yang menebak-nebak hingga menyerang karakter tersebut. Salah satunya adalah sosok Kelly yang diasumsikan netizen sebagai sosok Kimberly.

Hal itu disampaikan Aurelie melalui akun Threadsnya @aurelie pada (16/01/2026). Di unggahan itu, Aurelie memohon pada netizen untuk tidak menyerang karakter-karakter di bukunya seperti karakter Kelly, Milo, Jo, Tom dan Zane.

Apalagi, jika hal itu masih sebatas asumsi alias bukan karakter asli. Aurelie mengaku tak enak hati pada orang-orang yang diserang imbas buku yang dirilisnya.

"Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan."

"Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya," jelasnya.

Aurelie lantas membeberkan tujuan utamanya merilis buku tersebut. Bukan untuk menghakimi tindakan orang, ia hanya ingin pengalaman pahitnya itu jadi pelajaran untuk orang banyak.

 

Ia tak ingin ada Aurelie Aurelie lain yang mengalami pengalaman sama dengan dirinya. Oleh karena itu, ia juga membeberkan caranya melewati badai tersebut.

"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok."

"Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," sambungnya.

Meski begitu, Aurelie mengecualikan orang-orang yang tetiba muncul dan mengaku sebagai karakter tertentu. Namun, hal itu bukan lagi menjadi tanggung jawabnya.

"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," jelasnya.

Lagi-lagi, Aurelie mengungkap tujuannya menulis buku tersebut. Ia menegaskan jika tujuannya merilis buku bukan untuk menciptakan target untuk dibully.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat dibully."

"Aku nulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama."

"Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati," pungkasnya.

Aurelie Moeremans minta publik jangan bully karakter-karakter di bukunya, netizen langsung ramai memberikan respon. Banyak yang setuju dan memuji sikap Aurelie Moeremans tersebut. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal India Open: Jonatan Christie vs Loh Kean Yew di Semifinal
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Taksi Elektrik Seruduk Warung Makan, Pakar Safety Ungkap Kesalahan Fatal Sang Sopir
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kementerian PU Sudah Mengalirkan Air Bersih Kembali Melalui Sumur Bor, Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang Pascabencana
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Vietnam Melaju ke Semifinal Piala Asia U-23 2026: Bisa Mencetak Sejarah?
• 1 jam lalubola.com
thumb
Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Naik 1,88% Sepekan
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.