Respons Bambang Haryo DPR soal Rencana Pemerintah Hidupkan Kembali BUMN Tekstil

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono mengapreasiasi rencana pemerintah menghidupkan kembali BUMN yang bergerak di sektor tekstil.

Menurutnya, sandang merupakan bagian penting dalam kehidupan.

BACA JUGA: Perusahaan Tekstil di Boyolali Ini Resmi Berstatus Kawasan Berikat, Siap Genjot Ekspor

"Pemerintah memang memiliki kewajiban untuk menjamin kebutuhan dasar manusia, seperti yang disampaikan dalam undang-undang, terutama UUD 1945, lalu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin," ungkap Bambang, Sabtu (17/1/2026).

Bambang menegaskan kebutuhan manusia itu mencakup sandang, pangan, papan.

BACA JUGA: Danantara Bakal Reformasi Besar Perusahaan BUMN, Garuda Jadi Sasaran

Artinya, sandang harus menjadi hal pertama yang dipenuhi oleh negara. Berikutnya, baru pangan atau makanan, dan selanjutnya papan atau perumahan.

"Sandang ini sangat penting, sebagai kebutuhan dasar masyarakat, yang wajib dipenuhi oleh negara. Sesuai dengan UUD 1945 Pasar 34 Ayat 1," tegas Bambang.

BACA JUGA: Ingatkan Petinggi BUMN, Prabowo: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja

Bambang mengaku sangat prihatin saat pemerintahan era Jokowi menghapus BUMN Sandang.

Padahal, sesuai konstitusi, BUMN Sandang itu seharusnya tetap ada dan harus dijamin pemerintah untuk hidup.

"BUMN Sandang ini diharapkan mampu menjadi stabilisator dari ribuan industri sandang yang ada di Indonesia. Mencegah para industri itu menciptakan kartelisasi, yang menjadikan sandang di Indonesia berharga mahal," akui Bambang.

Selain itu, BUMN Sandang juga harus menjadi stabilisator pasar atau kecukupan dari market, untuk menjaga keseimbangan antara supply and demand.

Selanjutnya, BUMN Sandang harus menjadi stabilisator harga, untuk memastikan harga yang berkembang di market tidak terlalu mahal, karena ada BUMN sebagai pesaing mereka.

"Terakhir, BUMN Sandang harus mampu menjadi stabilisator mutu atau kualitas," terang Bambang.

Bambang menyatakan saat itu Industri Sandang Nusantara (ISN) sebagai BUMN tekstil Indonesia yang didirikan tahun 1961 resmi dibubarkan pemerintah melalui PP Nomor 14 Tahun 2020, yang diikuti oleh RUPS Menteri BUMN. Aset-aset ISN pun saat itu dilelang.

"Ini sangat disayangkan. Tindakan mempailitkan industri sandang ini adalah tindakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil, menengah, dan atas. Semua rakyat di Indonesia. Karena jaminan sandang ini penting," jelas Bambang.

Untuk itu, ia sangat mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang membangun kembali industri sandang.

"Ini adalah satu tindakan kemanusiaan yang luar biasa bagus. Karena ini adalah satu kebutuhan yang harus direalisasikan oleh negara, pemerintah dan DPR. Jangan sampai kebodohan menutup industri sandang itu dimunculkan lagi," beber Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menilai rencana roadmap untuk meningkatkan nilai ekspor dari 4 miliar dolar Amerika menjadi 40 miliar dolar Amerika dalam waktu 10 tahun adalah reasonable.

"Ini bisa dilakukan, jika pemerintah serius untuk melakukannya. Artinya, industri sandang yang dibangun oleh pemerintah harus disertai dengan inovasi tinggi, sehingga mampu bersaing di kancah global," tutur Bambang.

Apalagi, jika industri sandang nusantara menggunakan bahan bakunya yang juga berasal dari Indonesia sendiri.

"Kapas disediakan, terus industri hulunya yang sekarang ini impor dari China sekitar 60-90 persen juga bisa dikurangi drastis. Ini diharapkan bisa terjadi terus, dengan didukung dengan industri-industri swasta, yang penuh dengan inovatif," ucap Bambang.

Bambang pun mendorong dukungan yang lebih besar pada industri ekraf, yang memungkinkan akan munculnya produk-produk unik, serta mampu menarik minat konsumen luar negeri.

"Dukungan dari pemerintah yang sekarang ini anggarannya sangat kecil. Kami sangat mengharapkan memang ekraf ini bisa dibesarkan, sehingga ini akan membawa industri-industri spesifik dan khusus, yang tidak ada padanannya di seluruh dunia. Sehingga mampu menarik untuk konsumen luar negeri," kata Bambang.

Dia pun mendorong pemerintah juga bisa mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri.

Seperti yang selama ini dipromosikan oleh Maspion bahwa kita harus cinta produk dalam negeri.

"Jadi yang naik, tidak hanya ekspor, tetapi juga konsumsi dalama negeri. Masyarakat harus banyak menggunakan produk dalam negeri, terutama yang dihasilkan oleh industri sandang yang dibangun oleh pemerintah," tutup Bambang. (mcr35/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Cuci Hati


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamen LH Tekankan Program Makan Bergizi Gratis Harus Sejalan dengan Prinsip Ramah Lingkungan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG: Waspada Hujan Mengguyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Gempa M5,5 Guncang Maluku Tengah, Tak Berpotensi Tsunami
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
PKB Kaji E-Voting untuk Pilkada, Tak Tutup Opsi Dipilih DPRD
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Gubernur Khofifah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat di Jatim
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.