Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan ratusan mahasiswa untuk mempercepat proses verifikasi kerusakan rumah warga korban bencana banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Aceh Timur, Aceh.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa pelibatan mahasiswa dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendataan kerusakan rumah sebagai bagian dari pendampingan kepada pemerintah daerah.
"Sebanyak 220 mahasiswa yang berdomisili di Aceh Timur mengikuti bimtek tersebut. Mereka dibekali materi pendataan serta indikator kerusakan bangunan sebelum diterjunkan selama 10 hari ke 24 kecamatan terdampak untuk melakukan pendataan ulang secara langsung berbasis by name by address," kata dia.
Dalam kegiatan itu ditegaskan bahwa penilaian tingkat kerusakan rumah mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni kategori rusak ringan dengan tingkat kerusakan 0–30 persen, rusak sedang 30–70 persen, dan rusak berat di atas 70 persen, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum serta petunjuk pelaksanaan BNPB.
Jarwansah menjelaskan sebagaimana ketentuan yang biasa dilakukan bantuan stimulan kepada warga terdampak sesuai klasifikasi kerusakan rumah, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat dalam bentuk pembangunan rumah.
Dengan demikian menurut dia, pendataan ulang diperlukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan serta menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran penanggulangan bencana.
“Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penetapan surat keputusan oleh pemerintah daerah dan dipadankan dengan data Dukcapil serta BPS agar validitas dan akuntabilitasnya terjamin,” ujarnya.
BNPB berharap seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sebelum ibadah puasa Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada Februari, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menerima bantuan dan kembali menempati hunian yang layak.
Baca juga: Mahasiswa dan ASN bantu verifikasi ribuan rumah rusak di Aceh
Baca juga: Mendagri beri pemda waktu 3 hari data rumah rusak akibat bencana Aceh
Baca juga: BNPB kebut 711 huntara banjir Aceh Utara rampung jelang Ramadhan
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa pelibatan mahasiswa dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendataan kerusakan rumah sebagai bagian dari pendampingan kepada pemerintah daerah.
"Sebanyak 220 mahasiswa yang berdomisili di Aceh Timur mengikuti bimtek tersebut. Mereka dibekali materi pendataan serta indikator kerusakan bangunan sebelum diterjunkan selama 10 hari ke 24 kecamatan terdampak untuk melakukan pendataan ulang secara langsung berbasis by name by address," kata dia.
Dalam kegiatan itu ditegaskan bahwa penilaian tingkat kerusakan rumah mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni kategori rusak ringan dengan tingkat kerusakan 0–30 persen, rusak sedang 30–70 persen, dan rusak berat di atas 70 persen, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum serta petunjuk pelaksanaan BNPB.
Jarwansah menjelaskan sebagaimana ketentuan yang biasa dilakukan bantuan stimulan kepada warga terdampak sesuai klasifikasi kerusakan rumah, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat dalam bentuk pembangunan rumah.
Dengan demikian menurut dia, pendataan ulang diperlukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan serta menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran penanggulangan bencana.
“Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penetapan surat keputusan oleh pemerintah daerah dan dipadankan dengan data Dukcapil serta BPS agar validitas dan akuntabilitasnya terjamin,” ujarnya.
BNPB berharap seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sebelum ibadah puasa Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada Februari, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menerima bantuan dan kembali menempati hunian yang layak.
Baca juga: Mahasiswa dan ASN bantu verifikasi ribuan rumah rusak di Aceh
Baca juga: Mendagri beri pemda waktu 3 hari data rumah rusak akibat bencana Aceh
Baca juga: BNPB kebut 711 huntara banjir Aceh Utara rampung jelang Ramadhan


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4726187/original/095978300_1706172481-WhatsApp_Image_2024-01-25_at_15.39.50.jpeg)

