FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama menegaskan dinasti politik tak bertentangan dengan konstitusi. Pernyataan ini menuai sorotan publik.
Salah satunya dari penulis buku, Bagus Muljadi. Dia mengatakan pernyataan itu sepintas benar.
“Betul. Dinasti politik itu tidak melanggar konstitusi,” kata Agus dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (17/1/2026).
Walau demikian, dia mengibaratkan dinasti politik seperti kentut di dalam lift yang ramai.
“Dinasti politik itu seperti kentut di dalam lift yang ramai,” ujarnya.
Orang yang melakukan tindakan itu, tak bisa dihukum karena kentut. Karena tidak Undang-Undang (UU) yang mengaturnya.
“Seseorang tidak bisa dihukum karena kentut di dalam lift, sebab tidak ada UU-nya,” tutur Agus.
Meski begitu, tindakan tersebut tidak akan dilakukan orang bermoral. Karena akan dia punya rasa malu.
“Namun, orang bermoral yang punya etika dan rasa malu pasti tidak akan melakukannya,” pungkas Agus.
Adapun pernyataan Dian Sandi dia ungkapkan melalui unggahannya di X.
“Melarang dinasti politik ataupun politik dinasti itu bertentangan dengan konstitusi,” ujarnya.
Dia mengklaim tidak ada UU yang melarang. Bahkan, menurutnya, UU yang ada memperbolehkan.
“Undang-Undang memperbolehkan, kompetisi dijalani. Ketika kalah mau marah-marah?” pungkasnya.
(Arya/Fajar)



