Panik Balita Kena Lem Instan? Ini Penanganan yang Tepat!

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kejadian berbahaya pada anak balita sering kali terjadi bukan karena kelalaian besar, melainkan karena lengah sesaat. Dalam hitungan detik, situasi bisa berubah menjadi kepanikan. Hal ini dialami oleh orang tua dengan akun Instagram @santoso_1990. Saat bermain, balitanya tak sengaja memencet lem instan atau lem Korea hingga isinya mengenai wajah, termasuk area mata. Anak tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis, dan kondisinya berangsur membaik.

Balita Kena Lem Korea, Apa yang Harus Dilakukan?

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menegaskan langkah pertama yang harus dilakukan orang tua adalah tetap tenang dan tidak panik. “Kesalahan paling sering adalah mencoba menarik atau menggosok lem secara paksa. Padahal, tindakan ini bisa melukai kulit balita yang masih sangat sensitif,” jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Jumat (16/1). Berikut langkah yang dapat dilakukan:

  1. Jika lem mengenai kulit, umumnya lem akan mengering dan lepas sendiri dalam beberapa hari.

  2. Bersihkan area sekitar dengan air hangat dan sabun lembut.

  3. Oleskan baby oil atau minyak zaitun untuk membantu melunakkan lem.

“Namun, bila lem mengenai mata, hidung, mulut, atau area kepala dengan rambut lebat, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan tanpa mencoba penanganan mandiri di rumah,” pesan dr. Aisya.

Seberapa Bahaya Lem Korea pada Balita?

Secara ilmiah, lem Korea mengandung cyanoacrylate, yaitu zat yang mengeras cepat saat terkena kelembapan, termasuk kulit. Lem ini tidak diserap ke dalam tubuh sehingga tidak menyebabkan keracunan sistemik. Meski demikian, tetap ada risiko karena:

“Yang berbahaya bukan zatnya, melainkan lokasi lem menempel dan cara membersihkannya,” ujar dr. Aisya. Menjaga balita bukan hanya tugas orang tua, tetapi tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Balita belum mampu memahami mana yang berbahaya dan mana yang aman. “Satu momen lengah bisa berisiko besar. Ini bukan untuk menyalahkan, tetapi sebagai pengingat bersama,” tutup dr. Aisya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Timnas Vietnam: Indonesia Kini Jauh Lebih Kuat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ukraina Sebut 2 Juta Warga Mangkir dari Mobilisasi Militer
• 20 jam laluidntimes.com
thumb
BNPB Ungkap Banjir-Longsor Terjang Sejumlah Daerah, Ribuan Orang Terdampak
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Demo Iran Mulai Mereda, Korban Tewas Capai 3.428 Orang
• 1 jam laludetik.com
thumb
Indonesia Dihimpit Tekanan Global, Menko Airlangga Ungkap Kondisi Ekonomi RI dan Singgung Risiko Resesi
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.