Bukti Baru Ungkap Riwayat Mars: Dulu Mirip Bumi, Pernah Punya Samudra Raksasa

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bukti bahwa Mars pernah dialiri air telah banyak diungkap oleh para peneliti. Delta sungai, mineral yang berubah akibat air, hingga berbagai jejak geologis lainnya telah menggambarkan Mars sebagai planet yang basah di masa lalu.

Namun, satu pertanyaan besar masih tersisa, seperti apa iklim Mars kala itu? Apakah dingin dan basah, atau justru hangat dan lembap? Dipenuhi es atau memiliki samudra yang stabil?

Temuan terbaru memberi petunjuk penting. Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga memiliki samudra raksasa yang membentang di hampir seluruh belahan utara planet tersebut.

Kesimpulan ini datang dari tim peneliti yang mengkaji Valles Marineris, sistem ngarai terbesar di Tata Surya. Ngarai ini membentang lebih dari 4.000 kilometer dengan lebar mencapai 200 kilometer.

Dalam studi yang terbit di Nature Partner Journals (NPJ) Space Exploration, para ilmuwan meneliti struktur geologi di bagian tenggara wilayah Coprates Chasma, area yang diyakini pernah menjadi lokasi danau dalam berukuran besar di Mars.

Fokus utama tim adalah endapan scarp-fronted deposits (SFDs), yakni formasi yang menunjukkan adanya aliran sungai yang mengalir ke arah dalam ngarai. Menariknya, seluruh SFDs ditemukan pada ketinggian yang relatif sama, yakni antara -3.750 hingga -3.650 meter.

Temuan ini mengindikasikan permukaan air di dalam ngarai tersebut pernah stabil, dengan kedalaman air mencapai sekitar 1 kilometer di beberapa titik. Jika demikian, dataran rendah di belahan utara Mars yang elevasinya lebih rendah dibanding bagian dalam ngarai besar kemungkinan juga tergenang air.

“Melalui studi ini, kami dapat memberikan bukti keberadaan samudra purba terdalam dan terbesar yang pernah ada di Mars, sebuah samudra yang membentang di belahan utara planet ini,” ujar Ignatius Argadestya, penulis utama studi dan peneliti pascasarjana dari University of Bern, mengutip IFLScience.

Keberadaan samudra sebesar itu membuka kemungkinan bahwa Mars pernah memiliki kondisi yang layak huni. Meski demikian, apakah planet merah tersebut benar-benar pernah menopang kehidupan masih menjadi misteri, sebuah misteri yang tampaknya akan bertahan lebih lama, terutama setelah Amerika Serikat membatalkan misi Mars Sample Return.

“Kita mengenal Mars sebagai planet merah yang kering. Namun hasil penelitian kami menunjukkan bahwa Mars pernah menjadi planet biru, mirip dengan Bumi,” tegas Argadestya. “Temuan ini juga menunjukkan bahwa air adalah sumber daya yang sangat berharga di sebuah planet dan bisa saja menghilang pada suatu titik.”

Profesor Geologi Eksogen dari University of Bern, Fritz Schlunegger, menambahkan bahwa penelitian ini sangat menarik dari sisi keilmuan.

“Studi ini memungkinkan kami menerapkan konsep geologi yang dikembangkan dari penelitian di Bumi ke planet lain seperti Mars,” ujarnya.

Tim menggunakan pendekatan sedimentologi, yakni membandingkan lingkungan pengendapan sedimen di Bumi dan Mars.

Ke depan, para peneliti berencana meneliti kandungan mineral dari SFDs tersebut untuk mengetahui material penyusunnya. Analisis lanjutan ini akan dilakukan dari orbit menggunakan wahana ExoMars Trace Gas Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA), serta Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA.

“Sekarang setelah kita tahu bahwa Mars pernah menjadi planet biru, kami juga ingin memahami proses pelapukan seperti apa yang terjadi di sana,” pungkas Argadestya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perintahkan Paspampres Halangi Penyidikan, Eks Presiden Korsel Divonis 5 Tahun Penjara
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Pembalakan Liar di Taman Nasional Gunung Ciremai, Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Meski Rawan Bentrok dengan UU ITE, Yusril: RUU Disinformasi Dibutuhkan Atasi Propaganda Asing
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Kronologi 2 Pria Lakukan Perbuatan Asusila di Bus Transjakarta Berujung Ditangkap Polisi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Peringatan Dini BMKG 18-19 Januari 2026: Waspadai Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah, Mana Saja?
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.