MAKASSAR, KOMPAS — Hingga Sabtu (17/1/2026), pukul 17.00 Wita, pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang mengangkut 11 orang masih hilang kontak di Sulawesi Selatan. Cuaca di sekitar lokasi kejadian terpantau buruk dengan adanya dua awan kumulonimbus (cumulonimbus). Pencarian pesawat masih berlangsung.
Pesawat ATR 400 yang hilang kontak di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, itu belum ditemukan. Pesawat yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar ini hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026), pukul 13.17 Wita.
”Saat ini kami sedang menganalisis cuaca di sekitar lokasi hilang kontak. Terpantau ada hujan lebat yang terjadi di kisaran jam tersebut dengan curah hujan 10 milimeter hingga 20 milimeter per jam,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin Kukuh Ribudiyanto, di Makassar, Sulawesi Selatan.
Selain hujan lebat, ia melanjutkan, di lokasi tersebut juga terpantau ada dua sel awan kumulonimbus. Dua sel awan ini berada di sisi atas dan bawah pesawat sebelum hilang kontak.
Kecepatan angin di awan kumulonimbus bisa mencapai 20 knot atau sekitar 32 kilometer per jam. Awan konvektif atau awan kumulonimbus sendiri berpotensi menyebabkan hujan intensitas lebat disertai angin, petir, dan badai.
Menurut Kukuh, pada Sabtu sore di lokasi hilang kontak juga masih terpantau hujan ringan. Hujan diperkirakan terjadi selama beberapa jam ke depan.
Sebuah pesawat jenis ATR milik Indonesia Air Transport yang membawa 3 penumpang dengan kru 8 orang dilaporkan hilang kontak di daerah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), pukul 13.17 Wita. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) diberangkatkan ke lokasi untuk mencari pesawat tersebut.
”Saat ini tim telah menuju lokasi yang mana titik koordinatnya diberikan oleh AirNav Makassar. Berdasarkan koordinat, lokasinya (berada) di sekitar Leang-Leang, Maros,” kata Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Makassar, Sabtu.
Menurut dia, pada tahap awal lima orang langsung diberangkatkan untuk melakukan asesmen. ”Lalu tahap kedua kirim lagi 15 orang. Nanti akan disusul 40 persenel bersama potensi SAR lainnya,” kata Sultan.
Laporan mengenai pesawat hilang kontak itu masuk ke kantor SAR Makassar pada Sabtu pukul 13.17. General Manager AirNav Indonesia Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) Kristanto menyampaikan informasi tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan, pesawat yang hilang kontak berjenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport. Di dalam pesawat rute Yogyakarta-Makassar itu dilaporkan ada 3 penumpang dan 8 kru. Saat hilang kontak, pesawat diperkirakan berada di daerah antara Maros dan Pangkep pada koordinat 04*57’08” S dan 119*42’54” E.





