Isu Kemaritiman Makin Hilang dalam Diplomasi Indonesia

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

PIDATO Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (14/1) menuai sorotan.

Pasalnya, pidato Menteri Luar Negeri Sugiono secara panjang lebar tersebut tidak menyinggung sektor maritim yang merupakan urat nadi geopolitik dan geoekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi beberapa saat lalu.

Baca juga : Situasi Memanas, WNI Diimbau Tunda Perjalanan ke Iran

Menurut Siswanto, Kemlu seharusnya menjadi panglima dalam mengawal diplomasi maritim Indonesia yang nantinya terkait dengan ekonomi, politik serta pertahanan-keamanan.

“PPTM 2026 tidak menyebut isu maritim, padahal ini sangat penting dalam menjawab ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. Kita butuh diplomasi maritim yang hebat, tapi apa daya Menlu tidak menyebut sedikit pun,” kata Siswanto dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (17/1).

Ia pun mengomentari Asta Cita Prabowo-Gibran yang juga tidak menyentuh aspek kemaritiman. Lanjut Siswanto, yang ada hanya ekonomi biru, yang merupakan salah satu domain kecil dalam sektor kemaritiman.

Baca juga : Menlu Sugiono Instruksikan Dubes RI di Teheran Siapkan Langkah Evakuasi WNI

“Sehingga tidak heran jika isu maritim hilang dari aktivitas diplomasi, padahal ruh kejayaan diplomasi Indonesia ada di sini,” tegasnya.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini lantas menyoroti masa depan industri maritim yang dipastikan bakal suram ketika tidak ditopang dengan diplomasi maritim yang mumpuni.

“Keberadaan industri maritim nasional seperti pelabuhan, pelayaran, dan lain-lain akan semakin jauh dari perhatian internasional, karena perhatian pemerintah juga lemah,” pungkasnya. (Cah/P-3)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lirik Lagu Mr. Chu - Apink
• 21 jam laluinsertlive.com
thumb
[FULL] Pantauan Udara Arus Lalin Puncak Bogor: Macet hingga One Way Diberlakukan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Spesifikasi Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros, Milik Maskapai Apa?
• 1 jam laludisway.id
thumb
Punya 62 Ribu Pelaku Usaha, Gowa Ingin Jadi Daerah Basis UMKM
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Titi Anggraini Prediksi Hak Rayat Memilih Presiden akan Dicabut
• 6 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.